Minggu, 08 Januari 2017

Tes Psikologi Online



 Tes Psikologi Online
Menurut Jack A.Naglieri,dkk dalam jurnal “Psychological Tesiting on Internet: New Problems,Old Issues” ada 4 kategori jenis tes yang dilakukan secara online:
·         College/University Course.
Tes yang digunakan untuk melakukan seleksi mahasiswa. Jenis tes ini didasari sesuai kebutuhan universitas, sehingga tidak murni penilaian secara psikologis
·         Individual Psychologist, Clinics and Medical Center
Tes yang berkaitan dengan dunia medis atau psikologi klinis. Tes ini bisa mengidentifikasi apakah anda memiliki kecenderungan mengidap depresi, gangguan kecemasa, neurotik, dll
·         Psychological testing
Tes yang berisi beberapa jenis tes seperti, Tes Intelijensi, Kepribadian, Visual dan Memori,dll. Jenis tes inilah yang paling banyak beredar di dunia maya karena hasil tes dapat berupa score, berbeda dengan tes klinis yang harus dianalisa kembali.
·         Educational Tutorial
Jenis tes yang lebih ke ilmu pengetahuan umum atau pelajaran.

Namun pembahasan utama saya adalah Psychological testing jadi saya tidak begitu banyak menyinggung 4 kategori yang lain dan perlu diperhatikan bahwa Psychological testing berbeda dengan Psychological assesment.
Apa bedanya?
Dalam tes online, Testing dan Assement harusnya dibedakan tapi sayangnya ada beberapa yang menyamakan kedua hal tersebut.
Testing mengacu pada proses adminitrasi, scoring/penilaian, dan interpretasi skor tes yang telah anda jalani dengan deskripsi singkat mengenai skor anda dan berlaku secara general. Karena ini terjadi di dunia maya kita tidak tahu apakah yang mengolah skor itu murni si Psikolog atau hanya hasil analisa komputer, tentu ini yang menjadi borderline tersendiri sebab analisa robot dan manusia pasti berbeda, kan?
Berbeda dengan Testing, Assesment lebih personal, meskipun dilaksanakan via online tetapi bentuk  tidak seperti Testing, assement online biasanya meminta alamt email anda sebagai syarat utama. Lalu bagaimana prosesnya?
Prosesnya ada 2 macam (biasanya), ada yang client bisa men-download soal-soal tes lalu mengirimnya via email dan perlu beberapa hari untuk melihat hasil penilaiannya. Ada juga model yang anda dikirim email dari Tester lalu ada cukup merespon isi email tersebut.
Nah, sekarang kita bahas si Testing
Online Psychological testing yang paling banyak dan paling populer adaah Tes MBTI. MBTI test singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator. MBTI test ini salah satu dari sekian banyak tes kepribadian yang ada.
Kita akan bahas lebih lanjut tentang Tes MBTI

Tujuan tes
Tujuan MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi.

Cara mengisi tes psiklogi online
Dalam tes ini, peserta akan diberika sebuah kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.

Sifat pertanyaan tes MBTI
Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia:
1. Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
2. Dimensi memahami informasi dari luar : Sensing (S) vs. Intuition (N)
3. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)
4. Dimensi pola hidup : Judging (J) vs. Perceiving (P)

Bentuk nilai tes MBTI
Tes ini kemudian dikembangkan lagi oleh David Keirsey, dengan menggunakan indikator diatas dia mengklasifikasikan 16 kepribadian menjadi 4 kelompok besar, yaitu :

1.   Guardian/Traditionalists, Bagi mereka yang mendapatkan indikator ESTJ, ISTJ, ESFJ, dan ISFJ. Contoh orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Bunda Teresa dan George Washington. Orang-orang bertipe ini memiliki ciri-ciri :
  • Taat aturan
  • Konservatif, kurang menyenangi perubahan
  • Bertanggung jawab
  • Lambat menyesuaikan diri
  • Berorientasi pada masa kini
  • Tidak menyukai konsep, lebih ke teori yang mendetil
  • Kurang imajinatif
  • Kurang menyenangi hal yang baru
  • Pandai dalam memimpin dan mengatur
  • Teliti

2.   Artisan/Experiencers, Bagi mereka yang mendapatkan indikator ESTP, ISTP, ESFP, dan ISFP. Contoh orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Gus Dur dan Ernest Hemingway. Orang-orang bertipe ini memiliki ciri-ciri :
  • Senang bertindak dan mengambil risiko, terkadang bertindak sebelum berpikir
  • Mengikuti kata hati
  • Tidak menyukai aturan dan kegiatan yang terlalu terstuktur
  • Mudah menyesuaikan diri dan easy-going
  • Menghindari komitmen
  • Impulsif
  • Eifisien
  • Berani
  • Banyak Akal
  • Deadliner, melakukan sesuatu ketika krisis atau mendesak
  • Menyenangi dan suka berimprovisasi

3.   Idealist, Bagi mereka yang mendapatkan indikator ENFJ, INFJ, ENFP, dan INFP. Contoh orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Mahatma Gandhi dan Lady Diana. Orang-orang bertipe kepribadian ini memiliki ciri-ciri :
  • Membuat keputusan berdasarkan nilai pribadi
  • Mudah memotivasi orang lain untuk bekerja sebaik-baiknya
  • Jujur
  • Selalu mencari arti dari kehidupan
  • Memiliki Integritas
  • Komunikator ulung dan ahli dalam menyelesaikan konflik, serta jago dalam bernegosiasi
  • Pengamat yang tajam
  • Mudah berempati
  • Karismatik
  • Mau menerima gagasan baru
  • Kurang tegas
  • Rela mengorbankan keinginannya untuk mendapatkan harmoni
  • Terlalu emosional, memakai perasaan untuk segala sesuatu

4.   Rational/Conceptualist, Bagi mereka yang mendapatkan indikator ENTJ, INTJ, ENTP dan INTP. Contoh orang-orang ini adalah Mohammad Hatta, Albert Einstein dan Margaret Thatcher. Memiliki ciri-ciri :
  • Penuh rasa ingin tahu
  • Pintar
  • Mandiri
  • Asosial, tidak memihak manapun ketika ada suatu argumen atau isu
  • Terbuka, selalu melihat sesuatu dari banyak sisi
  • Mampu melihat masalah secara jernih karena dapat melihat berbagai kemungkinan
  • Mampu berinovasi dengan luwes. Mereka mudah dalam mengkonseptualisasi dan merancang perubahan yang diperlukan lingkungannya
  • Unggul dalam membuat strategi
  • Penuh percaya diri
  • Tangkas
  • Imajinatif
  • Terlalu rumit dipahami orang lain
  • Mengabaikan detail tertentu
  • Skeptis
  • Menantang aturan atau norma yang berlaku jika Ia tidak menyukainya
  • Kompetitif
  • Terkadang arogan
  • Suka menarik diri dan asyik dalam dunianya sendiri


Klasifikasi Pekerjaan
David Keirsey juga mengklasifikan tipe pekerjaan sesuai dengan hasil indikator yang didapat. Berikut adalah rinciannya.
1.   ISTJ : Polisi, Detektif, Hakim, Pengacara, Dokter, Programmer, dan Komandan Militer.
2.   ESTJ : Guru, Komandan Militer, Hakim, Pekerja Keuangan, Salesman, Manajer Bisnis dan keuangan.
3.   ISFJ : Desainer, Perawat, Konselor, Pekerja di bidang agama, Penjaga toko, Manajer Perkantoran.
4.   ESFJ : Guru, Pekerja di bidang keagamaan, Perawat, Pengurus anak, dan Asisten administrasi.
5.   ESTP : Teknisi, Pengusaha, Detektif, Pekerja Marketing dan Atlet.
6.   ISTP : Pilot, Supir, Programmer, Insinyur, Ahli forensik, Atlet dan Pengusaha.
7.   ESFP : Artis, Pekerja seni, Pekerja Sosial, Konsultan, Desainer Fesyen, dan Fotografer.
8.   ISFP : Seniman, Musisi, Desainer, Ahli Psikologi, Guru, dan Dokter Hewan.
9.   ENTJ : Konsultan Komputer, Professor, Pengacara, Hakim, CEO, dan Pengusaha.
10. INTJ : Ilmuwan, Guru, Dokter, Programmer, Komandan Militer, dan Ahli Strategi.
11. ENTP : Aktor, Ilmuwan, Insinyur, Pengusaha dan Ahli Psikologi.
12. INTP : Ilmuwan, Fotografer, Ahli Strategi, Pengacara, Ahli Forensik dan Filsuf.
13. ENFJ : Fasilitator, Pekerja Agama, Koordinator Acara, Politisi, Diplomat, dan Penulis.
14. INFJ : Pekerja Chiropractic, Dokter, Fotografer, Pekerja seni, Musisi, dan Psikiater
15. ENFP : Reporter, Programmer, Pekerja Seni, Ilmuwan dan Insinyur.
16. INFP : Musisi, Psikiater, Ahli psikologi, Penulis, Musisi, dan Pekerja Keagamaan

Keakuratan

Tes ini memang dikatakan sebagai tes dengan tingkat keakuratan yang tinggi, namun dalam beberapa kasus, tes ini ketika dilakukan berulang kali, bisa memberikan hasil yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena perubahan kepribadian seseorang tersebut. Tes ini sifatnya tidak menentukan kepribadian seseorang secara permanen, melainkan menentukan kepribadian seseorang saat itu juga.

Dampak positif dan negatif tes psikologi online

Dampak positif tes psikologi online :
·         Tidak perlu keluar rumah untuk tes psikologi kita bisa mengerjakannya kapan saja dimana saja melewati web tes psikologi online dengan akses internet.
·         Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
·         Tesnya pun tidak di batasi bisa sebebas mungkin kita melakukannya dan berbagai tes yang lainnya.
·         Kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang soal-soal tes dan tips cara menjawab psikote tersebut.
·         Selain itu tes psikologi melalui online sangat menghemat uang saku kita hanya mengandalkan akses internet saja, dari pada kita harus berbayar sebesar ribuan sampe ratusan.
·         Hasilnya pun langsung bisa kita ketahui tanpa menunggu waktu yang lama.
·         Setelah hasil di ketahui, hasil kita tersebut bisa membuat kita lebih termotivasi lagi bisa tahu kepribadiaan, prilaku, IQ, bakat, dan sebagainya.
Dampak negatif tes psikologi online :
·         Individu akan sudah mengetahui dan memahami materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik
·         Soal soal yang diberikan tidak selalu update.
·         Masalah penilaian masih kurang akurat karena bukan dinilai oleh ahlinya secara langsung.
·         Kerahasiaan alat tes semakin terancam
·         Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor soal-soalnya pun juga sudah banyak diperjual belikan secara umum.
·         Posisi negatifnya juga jika kita melakukan tes psikologi secara online kita belum tau pasti web tersebut resmi atau tidak, di era yang sekarang ini teknologi sudah sangat canggih belum tentu yang membuat web tes psikologi tersebut psikolog sungguhan melainkan orang-orang biasa.
·         Tes psikologi secara online ini sebenarnya sangat merugikan para psikolo-psikolog yang lain karena tes ini bisa membuat nama psikolog menjadi tidak bagus di mata para masyarakat dan tes psikologi ini membuat para orang percaya sehingga banyak orang yang lebih memilih tes online dari pada datang langsung ke psikolog, selain itu juga biayanya pun hemat di banding datang ke psikolognya.
·         Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid.

Tips dan trik mengerjakan tes psikologi online

 Psikotes tahap pertama : kemampuan menggambar (orang, pohon dan rumah)
Peralatan : 3 lembar kertas HVS polos, pensil HB, stop watch
Tenggat waktu : 3 x 10 menit


a.        Menggambar Orang Lengkap (Draw A Person Test)
Petunjuk : Gambarlah orang lengkap. Kemudian dibalik kertas beri keterangan berupa umur, jenis kelamin, pekerjaan, aktivitas yang sedang berlangsung, ciri fisik, kelemahan, kelebihan
Pembahasan : Tes ini dipergunakan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan, dan ketahanan kerja dari peserta psikotes yang akan menjadi calon karyawan atau calon mahaiswa. Adapun poin yang dinilai dalam menggambar orang ini adalah : Proporsi anggota tubuh. Semakin proporsional (seimbang perbandingan ukuran satu anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain) maka semakin tinggi skor yang anda peroleh. Kelengkapan anggota tubuh. Semakin lengkap semakin tinggi nilainya. Diantaranya kepala, leher, badan, tangan, kaki, dan seterusnya. Detail gambar. Semakin detail gambar yang anda buat semakin tinggi pula nilai yang anda peroleh.

Tips dan Trik : Saat wawancara dengan psikolog, adakalanya gambar ini dibawa oleh dia dan tanyakan kepada anda. Mengapa anda menggambar orang seperti diatas dan anda akan disuruh mendeskripsikannya secara detil. Untuk itu, gambarlah orang yang benar-benar nyata, bukan tokoh kartun (anime) yang menyerupai orang. Ada baiknya anda menggambar orang yang sudah dikenal dan dekat dengan anda, sehingga anda tidak kesulitan dalam mendeskripsikannya. Biasanya saya menggambarkan dosen saya yang akan berangkat kerja ke kampus. Tentunya saya sudah hafal betul perawakan dan sifat beliau.

b.      Menggambar Pohon (Tree Test)
Petunjuk : Gambarlah pohon berkayu atau berkambium. Tidak diperbolehkan menggambar pohon kelapa,pohon pisang, bambu, semak belukar, dan jenis tanaman monokotil. Setelah Anda selesai menggambar, tuliskan mama pohon tersebut di halaman kertas sebaliknya!






Pembahasan :Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah tes kemampuan menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap tarikan garis dan tebal-tipis garis pun akan dievaluasi dengan cermat oleh psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar semirip mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.

Tips dan Trik : Pada awalnya mengikuti tes psikotes, saya suka menggambar pohon seperti diatas. Kemudian saya beri keterangan bahwa gambar itu adalah pohon jati, pohon yang dikenal sebagai pohon yang kokoh dan kuat. Dengan harapan psikolog akan melihat saya sebagai pribadi yang tangguh hehehe. Namun saat mengikuti tes-tes untuk seleksi kerja, belakangan saya lebih suka menggambar pohon mangga lengkap dengan buahnya. Penampilan pohonnya pun, sangat berbeda dengan gambar pohon jati di atas. Ranting (besar dan kecil) serta daun (sampai urat daun) saya gambar  dengan teliti satu per satu. Dengan begitu mungkin psikolog akan berpikir saya adalah orang yang teliti (menggambar detil dari ujung akar sampai ujung daun) dan orang yang suka dengan hasil kerjanya (dilihat dari gambar buah mangga yang menggantung di batang pohon).

c.        Menggambar Rumah-Pohon-Orang (House-Tree-Person)
Petunjuk : Gambarlah sebuah rumah, sebuah pohon dan seorang manusia.
 Pembahasan : Garis dan dinding mewakili ego seseorang. Garis dan dinding yang terlalu samar menunjukkan ego yang lemah. Sedangkan bila terlalu tebal menunjukkan kecemasan yang berlebihan. Atap mewakili fantasi. Jika anda terlalu memperhatikan atap, maka artinya anda terlalu memperhatikan fantasi dalam kehidupannya. Pintu dan jendela mewakili keterbukaan untuk berinteraksi dengan orang lain dan berinteraksi dengan lingkungan. Jika anda menggambar gordin atau penutup jendela lain maka diartikan dia kurang terbuka dan kurang suka berinteraksi dengan orang lain. Pintu dan jendela yang terbuka menandakan orang tersebut sangat terbuka dan sangat suka berinteraksi dengan orang lain.


Tips dan Trik : Dalam beberapa versi ada yang memaknai rumah sebagai seorang ayah, pohon adalah ibu, dan orang adalah diri kita sendiri. Semakin besar ukurannya, maka semkin besar pengaruh kepada kehidupan kita. Saya juga sering menambahkan pagar disekeliling rumah. Dengan begitu, psikolog akan berpikir bahwa saya adalah pribadi yang memperhatikan keamanan dan cukup waspada.

Sumber :