Menurut
Jack A.Naglieri,dkk dalam jurnal “Psychological Tesiting on Internet: New
Problems,Old Issues” ada 4 kategori jenis tes yang dilakukan secara online:
·
College/University
Course.
Tes yang digunakan untuk melakukan seleksi mahasiswa. Jenis tes ini
didasari sesuai kebutuhan universitas, sehingga tidak murni penilaian secara
psikologis
·
Individual
Psychologist, Clinics and Medical Center
Tes yang berkaitan dengan dunia medis atau psikologi klinis. Tes
ini bisa mengidentifikasi apakah anda memiliki kecenderungan mengidap depresi,
gangguan kecemasa, neurotik, dll
·
Psychological
testing
Tes yang berisi beberapa jenis tes seperti, Tes Intelijensi,
Kepribadian, Visual dan Memori,dll. Jenis tes inilah yang paling banyak beredar
di dunia maya karena hasil tes dapat berupa score, berbeda dengan tes klinis
yang harus dianalisa kembali.
·
Educational
Tutorial
Jenis tes yang lebih ke ilmu pengetahuan umum atau pelajaran.
Namun pembahasan utama saya adalah
Psychological testing jadi saya tidak begitu banyak menyinggung 4 kategori yang
lain dan perlu diperhatikan bahwa Psychological testing berbeda dengan
Psychological assesment.
Apa bedanya?
Dalam tes online, Testing dan Assement
harusnya dibedakan tapi sayangnya ada beberapa yang menyamakan kedua hal
tersebut.
Testing mengacu pada proses adminitrasi,
scoring/penilaian, dan interpretasi skor tes yang telah anda jalani dengan
deskripsi singkat mengenai skor anda dan berlaku secara general. Karena ini terjadi
di dunia maya kita tidak tahu apakah yang mengolah skor itu murni si Psikolog
atau hanya hasil analisa komputer, tentu ini yang menjadi borderline tersendiri
sebab analisa robot dan manusia pasti berbeda, kan?
Berbeda dengan Testing, Assesment lebih
personal, meskipun dilaksanakan via online tetapi bentuk tidak seperti
Testing, assement online biasanya meminta alamt email anda sebagai syarat
utama. Lalu bagaimana prosesnya?
Prosesnya ada 2 macam (biasanya), ada yang
client bisa men-download soal-soal tes lalu mengirimnya via email dan perlu
beberapa hari untuk melihat hasil penilaiannya. Ada juga model yang anda
dikirim email dari Tester lalu ada cukup merespon isi email tersebut.
Nah, sekarang kita bahas si Testing
Online Psychological testing yang paling banyak dan paling
populer adaah Tes MBTI. MBTI test singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator.
MBTI test ini salah satu dari sekian banyak tes kepribadian yang ada.
Kita akan bahas lebih lanjut tentang Tes MBTI
Tujuan
tes
Tujuan MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian:
arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi.
Cara
mengisi tes psiklogi online
Dalam tes ini, peserta akan diberika sebuah
kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari
pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.
Sifat pertanyaan tes MBTI
Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan
sifat dasar manusia:
1. Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I)
vs. Ekstrovert (E)
2. Dimensi memahami informasi dari luar :
Sensing (S) vs. Intuition (N)
3. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan :
Thinking (T) vs. Feeling (F)
4. Dimensi pola hidup : Judging (J) vs.
Perceiving (P)
Bentuk
nilai tes MBTI
Tes ini
kemudian dikembangkan lagi oleh David Keirsey, dengan menggunakan indikator
diatas dia mengklasifikasikan 16 kepribadian menjadi 4 kelompok besar, yaitu :
1. Guardian/Traditionalists, Bagi
mereka yang mendapatkan indikator ESTJ, ISTJ, ESFJ, dan ISFJ. Contoh
orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Bunda Teresa dan George
Washington. Orang-orang bertipe ini memiliki ciri-ciri :
- Taat
aturan
- Konservatif,
kurang menyenangi perubahan
- Bertanggung
jawab
- Lambat
menyesuaikan diri
- Berorientasi
pada masa kini
- Tidak
menyukai konsep, lebih ke teori yang mendetil
- Kurang
imajinatif
- Kurang
menyenangi hal yang baru
- Pandai
dalam memimpin dan mengatur
- Teliti
2. Artisan/Experiencers, Bagi mereka yang mendapatkan indikator ESTP, ISTP, ESFP, dan ISFP. Contoh orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Gus Dur dan Ernest Hemingway. Orang-orang bertipe ini memiliki ciri-ciri :
- Senang
bertindak dan mengambil risiko, terkadang bertindak sebelum berpikir
- Mengikuti
kata hati
- Tidak
menyukai aturan dan kegiatan yang terlalu terstuktur
- Mudah
menyesuaikan diri dan easy-going
- Menghindari
komitmen
- Impulsif
- Eifisien
- Berani
- Banyak
Akal
- Deadliner,
melakukan sesuatu ketika krisis atau mendesak
- Menyenangi
dan suka berimprovisasi
3. Idealist, Bagi
mereka yang mendapatkan indikator ENFJ, INFJ, ENFP, dan INFP. Contoh
orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah Mahatma Gandhi dan Lady Diana.
Orang-orang bertipe kepribadian ini memiliki ciri-ciri :
- Membuat
keputusan berdasarkan nilai pribadi
- Mudah
memotivasi orang lain untuk bekerja sebaik-baiknya
- Jujur
- Selalu
mencari arti dari kehidupan
- Memiliki
Integritas
- Komunikator
ulung dan ahli dalam menyelesaikan konflik, serta jago dalam bernegosiasi
- Pengamat
yang tajam
- Mudah
berempati
- Karismatik
- Mau
menerima gagasan baru
- Kurang
tegas
- Rela
mengorbankan keinginannya untuk mendapatkan harmoni
- Terlalu
emosional, memakai perasaan untuk segala sesuatu
4. Rational/Conceptualist, Bagi
mereka yang mendapatkan indikator ENTJ, INTJ, ENTP dan INTP. Contoh orang-orang
ini adalah Mohammad Hatta, Albert Einstein dan Margaret Thatcher. Memiliki
ciri-ciri :
- Penuh
rasa ingin tahu
- Pintar
- Mandiri
- Asosial,
tidak memihak manapun ketika ada suatu argumen atau isu
- Terbuka,
selalu melihat sesuatu dari banyak sisi
- Mampu
melihat masalah secara jernih karena dapat melihat berbagai kemungkinan
- Mampu
berinovasi dengan luwes. Mereka mudah dalam mengkonseptualisasi dan
merancang perubahan yang diperlukan lingkungannya
- Unggul
dalam membuat strategi
- Penuh
percaya diri
- Tangkas
- Imajinatif
- Terlalu
rumit dipahami orang lain
- Mengabaikan
detail tertentu
- Skeptis
- Menantang
aturan atau norma yang berlaku jika Ia tidak menyukainya
- Kompetitif
- Terkadang
arogan
- Suka
menarik diri dan asyik dalam dunianya sendiri
Klasifikasi
Pekerjaan
David
Keirsey juga mengklasifikan tipe pekerjaan sesuai dengan hasil indikator yang
didapat. Berikut adalah rinciannya.
1. ISTJ :
Polisi, Detektif, Hakim, Pengacara, Dokter, Programmer, dan Komandan Militer.
2. ESTJ : Guru, Komandan Militer, Hakim, Pekerja Keuangan, Salesman, Manajer Bisnis dan keuangan.
3. ISFJ : Desainer, Perawat, Konselor, Pekerja di bidang agama, Penjaga toko, Manajer Perkantoran.
4. ESFJ : Guru, Pekerja di bidang keagamaan, Perawat, Pengurus anak, dan Asisten administrasi.
5. ESTP : Teknisi, Pengusaha, Detektif, Pekerja Marketing dan Atlet.
6. ISTP : Pilot, Supir, Programmer, Insinyur, Ahli forensik, Atlet dan Pengusaha.
7. ESFP : Artis, Pekerja seni, Pekerja Sosial, Konsultan, Desainer Fesyen, dan Fotografer.
8. ISFP : Seniman, Musisi, Desainer, Ahli Psikologi, Guru, dan Dokter Hewan.
9. ENTJ : Konsultan Komputer, Professor, Pengacara, Hakim, CEO, dan Pengusaha.
2. ESTJ : Guru, Komandan Militer, Hakim, Pekerja Keuangan, Salesman, Manajer Bisnis dan keuangan.
3. ISFJ : Desainer, Perawat, Konselor, Pekerja di bidang agama, Penjaga toko, Manajer Perkantoran.
4. ESFJ : Guru, Pekerja di bidang keagamaan, Perawat, Pengurus anak, dan Asisten administrasi.
5. ESTP : Teknisi, Pengusaha, Detektif, Pekerja Marketing dan Atlet.
6. ISTP : Pilot, Supir, Programmer, Insinyur, Ahli forensik, Atlet dan Pengusaha.
7. ESFP : Artis, Pekerja seni, Pekerja Sosial, Konsultan, Desainer Fesyen, dan Fotografer.
8. ISFP : Seniman, Musisi, Desainer, Ahli Psikologi, Guru, dan Dokter Hewan.
9. ENTJ : Konsultan Komputer, Professor, Pengacara, Hakim, CEO, dan Pengusaha.
10. INTJ :
Ilmuwan, Guru, Dokter, Programmer, Komandan Militer, dan Ahli Strategi.
11. ENTP :
Aktor, Ilmuwan, Insinyur, Pengusaha dan Ahli Psikologi.
12. INTP :
Ilmuwan, Fotografer, Ahli Strategi, Pengacara, Ahli Forensik dan Filsuf.
13. ENFJ :
Fasilitator, Pekerja Agama, Koordinator Acara, Politisi, Diplomat, dan Penulis.
14. INFJ : Pekerja
Chiropractic, Dokter, Fotografer, Pekerja seni, Musisi, dan Psikiater
15. ENFP :
Reporter, Programmer, Pekerja Seni, Ilmuwan dan Insinyur.
16. INFP :
Musisi, Psikiater, Ahli psikologi, Penulis, Musisi, dan Pekerja Keagamaan
Keakuratan
Tes ini
memang dikatakan sebagai tes dengan tingkat keakuratan yang tinggi, namun dalam
beberapa kasus, tes ini ketika dilakukan berulang kali, bisa memberikan hasil
yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena perubahan kepribadian seseorang
tersebut. Tes ini sifatnya tidak menentukan kepribadian seseorang secara
permanen, melainkan menentukan kepribadian seseorang saat itu juga.
Dampak positif dan
negatif tes psikologi online
Dampak
positif tes psikologi online :
·
Tidak perlu
keluar rumah untuk tes psikologi kita bisa mengerjakannya kapan saja dimana
saja melewati web tes psikologi online dengan akses internet.
·
Efisien dan
efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan
adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu
(dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
·
Tesnya pun
tidak di batasi bisa sebebas mungkin kita melakukannya dan berbagai tes yang
lainnya.
·
Kita bisa
mendapatkan pengetahuan tentang soal-soal tes dan tips cara menjawab psikote
tersebut.
·
Selain itu tes
psikologi melalui online sangat menghemat uang saku kita hanya mengandalkan akses
internet saja, dari pada kita harus berbayar sebesar ribuan sampe ratusan.
·
Hasilnya pun
langsung bisa kita ketahui tanpa menunggu waktu yang lama.
·
Setelah hasil
di ketahui, hasil kita tersebut bisa membuat kita lebih termotivasi lagi bisa
tahu kepribadiaan, prilaku, IQ, bakat, dan sebagainya.
Dampak
negatif tes psikologi online :
·
Individu akan
sudah mengetahui dan memahami materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai
dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil
tes terlihat baik
·
Soal soal yang
diberikan tidak selalu update.
·
Masalah
penilaian masih kurang akurat karena bukan dinilai oleh ahlinya secara
langsung.
·
Kerahasiaan
alat tes semakin terancam
·
Program tes
psikologi yang ada akan mudah sekali bocor soal-soalnya pun juga sudah banyak
diperjual belikan secara umum.
·
Posisi
negatifnya juga jika kita melakukan tes psikologi secara online kita belum tau
pasti web tersebut resmi atau tidak, di era yang sekarang ini teknologi sudah
sangat canggih belum tentu yang membuat web tes psikologi tersebut psikolog
sungguhan melainkan orang-orang biasa.
·
Tes psikologi
secara online ini sebenarnya sangat merugikan para psikolo-psikolog yang lain
karena tes ini bisa membuat nama psikolog menjadi tidak bagus di mata para
masyarakat dan tes psikologi ini membuat para orang percaya sehingga banyak
orang yang lebih memilih tes online dari pada datang langsung ke psikolog,
selain itu juga biayanya pun hemat di banding datang ke psikolognya.
·
Alat tes
psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang
sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek
sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut
menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi
sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes
psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin
yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena
penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun
hasilnya kurang valid.
Tips
dan trik mengerjakan tes psikologi online
Psikotes tahap pertama : kemampuan menggambar
(orang, pohon dan rumah)
Peralatan
: 3 lembar kertas HVS polos, pensil HB, stop watch
Tenggat
waktu : 3 x 10 menit
a.
Menggambar Orang Lengkap (Draw A Person Test)
Petunjuk
: Gambarlah orang lengkap. Kemudian dibalik kertas beri keterangan berupa umur,
jenis kelamin, pekerjaan, aktivitas yang sedang berlangsung, ciri fisik,
kelemahan, kelebihan
Pembahasan
: Tes ini dipergunakan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri,
kestabilan, dan ketahanan kerja dari peserta psikotes yang akan menjadi calon
karyawan atau calon mahaiswa. Adapun poin yang dinilai dalam menggambar orang
ini adalah : Proporsi anggota tubuh. Semakin proporsional (seimbang
perbandingan ukuran satu anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain) maka
semakin tinggi skor yang anda peroleh. Kelengkapan anggota tubuh. Semakin
lengkap semakin tinggi nilainya. Diantaranya kepala, leher, badan, tangan,
kaki, dan seterusnya. Detail gambar. Semakin detail gambar yang anda buat
semakin tinggi pula nilai yang anda peroleh.
Tips
dan Trik : Saat wawancara dengan psikolog, adakalanya gambar ini dibawa oleh
dia dan tanyakan kepada anda. Mengapa anda menggambar orang seperti diatas dan
anda akan disuruh mendeskripsikannya secara detil. Untuk itu, gambarlah orang
yang benar-benar nyata, bukan tokoh kartun (anime) yang menyerupai orang. Ada
baiknya anda menggambar orang yang sudah dikenal dan dekat dengan anda,
sehingga anda tidak kesulitan dalam mendeskripsikannya. Biasanya saya
menggambarkan dosen saya yang akan berangkat kerja ke kampus. Tentunya saya
sudah hafal betul perawakan dan sifat beliau.
b.
Menggambar
Pohon (Tree Test)
Petunjuk
: Gambarlah pohon berkayu atau berkambium. Tidak diperbolehkan menggambar pohon
kelapa,pohon pisang, bambu, semak belukar, dan jenis tanaman monokotil. Setelah
Anda selesai menggambar, tuliskan mama pohon tersebut di halaman kertas
sebaliknya!
Pembahasan
:Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah
tes kemampuan menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap
tarikan garis dan tebal-tipis garis pun akan dievaluasi dengan cermat oleh
psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar semirip
mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.
Tips
dan Trik : Pada awalnya mengikuti tes psikotes, saya suka menggambar pohon
seperti diatas. Kemudian saya beri keterangan bahwa gambar itu adalah pohon
jati, pohon yang dikenal sebagai pohon yang kokoh dan kuat. Dengan harapan
psikolog akan melihat saya sebagai pribadi yang tangguh hehehe. Namun saat
mengikuti tes-tes untuk seleksi kerja, belakangan saya lebih suka menggambar
pohon mangga lengkap dengan buahnya. Penampilan pohonnya pun, sangat berbeda
dengan gambar pohon jati di atas. Ranting (besar dan kecil) serta daun (sampai
urat daun) saya gambar dengan teliti
satu per satu. Dengan begitu mungkin psikolog akan berpikir saya adalah orang
yang teliti (menggambar detil dari ujung akar sampai ujung daun) dan orang yang
suka dengan hasil kerjanya (dilihat dari gambar buah mangga yang menggantung di
batang pohon).
c.
Menggambar Rumah-Pohon-Orang
(House-Tree-Person)
Petunjuk
: Gambarlah sebuah rumah, sebuah pohon dan seorang manusia.
Pembahasan : Garis dan dinding mewakili ego
seseorang. Garis dan dinding yang terlalu samar menunjukkan ego yang lemah.
Sedangkan bila terlalu tebal menunjukkan kecemasan yang berlebihan. Atap
mewakili fantasi. Jika anda terlalu memperhatikan atap, maka artinya anda
terlalu memperhatikan fantasi dalam kehidupannya. Pintu dan jendela mewakili
keterbukaan untuk berinteraksi dengan orang lain dan berinteraksi dengan
lingkungan. Jika anda menggambar gordin atau penutup jendela lain maka
diartikan dia kurang terbuka dan kurang suka berinteraksi dengan orang lain.
Pintu dan jendela yang terbuka menandakan orang tersebut sangat terbuka dan
sangat suka berinteraksi dengan orang lain.
Tips
dan Trik : Dalam beberapa versi ada yang memaknai rumah sebagai seorang ayah,
pohon adalah ibu, dan orang adalah diri kita sendiri. Semakin besar ukurannya,
maka semkin besar pengaruh kepada kehidupan kita. Saya juga sering menambahkan
pagar disekeliling rumah. Dengan begitu, psikolog akan berpikir bahwa saya
adalah pribadi yang memperhatikan keamanan dan cukup waspada.
Sumber
: