Rabu, 30 November 2016

Kelompok Kerja dan Brainstorming Elektronik

Brainstorming adalah aktivitas dimana sebuah kelompok mencoba untuk menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dengan cara mengumpulkan daftar ide yang di dapat secara spontan oleh para anggota kelompoknya. Brainstorming ditemukan dan di kembangkan oleh Alex Osborn Faickney pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi
Model-model dari brainstorming ada beberapa macam, antara lain:
  1. Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah pertemuan langsung.
  2. Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
  3. Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat seperti group support system. 


Dalam elektronik brainstorming, biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik atau EMS. Akan tetapi dapat juga dilakukan secara lebih sederhana yaitu dengan cara berkirim email, menggunakan browser berbasis, atau peer-to-peer software
Dengan sistem rapat elektronik dapat anggota kelompok dapat bertukar ide dengan menggunakan fasilitas internet, dengan begitu juga akan terlihat bagaimana kontribusi dari masing-masing anggota kelompok. Dan juga dalam cara ini dapat ditemukan ide-ide kreatif yang jarang mendapat kesanaan antar anggotanya, sehingga dapat menghasilkan solusi pemecahan masalah secara kreatif dan terkategorisasikan, penghapusan duplikat ataun pengahpusan informasi yang sama, dapat menghasilkan pemikiran yang tidak seperti biasanya atau tidak standar, dan proses diskusi antar anggota kelompoknya.
Jadi dalam kerja kelompok dengan menggunakan cara brainstorming terlebih dalam brainstorming model elektronik akan lebih efektif. karena dengan menggunakan cara ini, anggota kelompok akan lebih mudah mendapatkan materi dalam internet dan membaginya kepada anggota yang lain.



Mengembangkan Kepercayaan dalam Tim Virtual

Tidak diragukan lagi terlihat banyak perangkat lunak atausoftware baru ditujukan untuk memudahkan kita bekerja samasecara virtual, kapan dan di mana saja: GoToMeetingSkype,BasecampGoogle docs, dll. Semakin banyak perusahaan software mengandalkan teknologi tersebut untuk membanguntim-nya secara virtual dan distributed – developers di Mexico dan Indonesia, QA di China dan Vietnam, dalam berlomba menciptakan product yang terbaik. Tim virtual menggunakan teknologi komputer untuk menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik untuk mencapai tujuan bersama. Sejumlah orang dimungkinkan untuk berkolaborasi secara online menggunakan hubungan-hubungan komunikasi seperti jaringan tride-area, konferensi video, atau email, baik ketika merekahanya terpisah dengan satu ruangan maupun dengan benua. Tim virtual bisa melakukan semua hal yang dilakukan oleh tim yang lain, berbagi informasi, membuat berbagai keputusan, dan menyelesaikan tugas. Tim ini juga beranggotakan dari organisasi  yang sama atau menghubungkan para anggota sebuah organisasi dengan para karyawan dari berbagai organisasi lain (seperti parapemasok dan rekan-rekan bersama). Mereka bisa mengadakan rapat selama beberapa hari untuk menyelesaikan masalah,beberapa bulan untuk menyelasaikan sebuah proyek, atau secara tetap berdiri dalam organisasi.
​Tim virtual mampu melakukan pekerjaan mereka meskipun  anggota-anggotanya terpisah ribuan kilometer dan terpisah olehsatu lusin zona waktu atau lebih. Tim ini memungkinkan orang-orang untuk bekerja sama, yang bila tidak demikian tidak akanbisa berkolaborasi.
Untuk membangun kepercayaan tim virtual yaitu:

a. Communication
​Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasasangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukungyang jelas (seperti diagram, screenshotwireframe, dsb) — asaljangan over-communicate, Tidak hanya dalam tim virtual,komunikasi sangatlah penting dalam kehidupan kita denganmasyarakat, komunikasi dibutuhkan untuk menghindarikesalahpahaman dan kerancuan atau keraguan dalam tim.

b. Cultural Awareness
​Toleransi dan pengetahuan akan kebudayaan juga harusdiperhatikan, karena tidak semua anggota memiliki kebudayaandan pengetahuan yang sama seperti kita. Maka akan baik apabilamengadakan pedoman komunikasi ketika mulainya terbentuktim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahamanakibat perbedaan budaya. Cara penyampaian intensi baik didaerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Eratkaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikankonteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertianantara anggota.  Pengadaan pedoman komunikasi (imel,sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapatmembantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaanbudaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidaksepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error,kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekandengan baik.
c. Self Motivation
​Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivateddan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan ataustruktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapaintensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecualipada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnyadengan jelas.
d. Trust
​Kepercayaan juga penting di antara anggota tim.Kepercayaan untuk mendukung semua point di atas sebagaibasis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasisemua individu yang bersangkutan. Kepercayaan memerlukanperhatian khusus di setiap titik perkembangan tim virtual.Karena antar anggota tim virtual biasanya berbeda tempat, makakepercayaan sangatlah penting.
​Untuk menciptakan teknologi baru para anggota Tim Virtual dituntut untuk berkolaborasi antar anggota tim . Hal inihars ditunjang dengan dipupuknya kepercayaaan antar anggotatim . Hal ini dapat dilakukan oleh Leader tim dengan melakukanlangkah - langkah sebagai berikut :
- Meningkatkan tanggung jawab bersama
- Pertukaran informasi
- Pengembangan ide - ide baru
- Memberikan motivasi kepada team
- Berani mengambil resiko dan tanggung jawab ketika proyektersebut mendapat masalah dan   dengan cepat menyelesaikanmasalah tersebut
- Menciptakan kejujuran dan keterbukaan satu sama lain

Contoh Materi Presentasi Yang Menarik Dengan Cara Brainstorming
Brainstorming adalah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide, salah satu kunci penting dari suksesnya brainstorming adalah suasana bebas menggali ide tanpa adanya batasan atau kritik sehingga muncul banyak alternatife ide.
Berdasarkan pengalaman saya, ketika Anda melakukan brainstorming ada 3 aturan yang harus Anda perhatikan.

1. Manual
Mulai singkirkan alat elektronik Anda, matikan dulu laptop/PC, singkirkan HP dan barang-barang elektronik yang lain. Ide lebih mudah muncul jika Anda menuangkanya secara manual.
Mulailah ambil buku/kertas dan alat tulis, tuliskan semua ide yang muncul di kepala Anda di atas kertas. Saya selalu meyediakan buku catatan khusus yang mudah dibawa di setiap kesempatan yang fungsinya untuk mencatat ide yang seringkali datang begitu saja.
Ketika menulis secara manual bisa jadi akan terjadi salah penulisan, jika itu terjadi jangan dihapus atau dicoret, terus lanjutkan proses mencatat ide karena itu hal yang wajar ketika Anda memulai secara mencatat ide secara manual.
Sebagian orang terkadang lebih mudah menggali ide sambil mendengarkan musik. Jika Anda termasuk tipe seperti itu maka hindari musik yang mengandung lirik, akan lebih baik jika hanya instrument.
Terkadang saya juga mendegarkan musik ketika sedang melakukan brainstorming, ini salah satu musik yang sering saya gunakan.

2. Kuantitas
Ketika proses brainstorming jangan pernah berfikir soal kualitas ide Anda, singkirkan segala pertimbangan ataupun kritik terhadap ide yang muncul. Yang harus Anda fokuskan adalah memperbanyak kuantitas ide yang muncul dengan begitu Anda memiliki banyak alternatife, nanti akan ada waktunya sendiri untuk Anda meng-edit dan memperbaiki ide.
Berikut adalah contoh brainstorming Slide Design Mastery, hasil inilah yang kemudian saya gunakan untuk menulis buku dan membuat materi presentasi Slide Design Mastery.
Saya fokus memperbanyak kata (bukan kalimat) yang berkaitan dengan desain slide presentasi. tidak perduli benar atau salah yang penting apa yang berhubungan dengan desain slide presentasi langsung saa tulis tanpa banyak berfikir jadi spontanitas.


3. Durasi
Satu hal yang sangat penting yang tidak boleh terlewat yaitu batas waktu, ketika akan melakukan brainstorming berikan durasi berapa lama Anda akan melakukannya. Saya biasanya antara 3 menit sampai 5 menit.
Dalam waktu yang relatife pendek ini saya memaksa otak untuk berfikir dan menuangkan kata yang berhubungan dengan tema yang ingin saya gali lebih dalam.
Saya selalu memandu otak dengan pertanyaan:
tuliskan sebanyak mungkin kata yang berhubungan dengan . . . . . . . . dalam waktu 3 menit dimulai dari sekarang.
Silahkan sesuaikan dengan tema  yang ingin Anda gali lebih dalam, dan ingat jangan melebihi durasi yang ditentukan, selalu tetap waktu.
Untuk memudahkan Anda membuat materi presentasi yang terstruktur dengan baik sehingga mudah dipahami coba baca artkel tentang panduan praktis membuat meteri presentasi.
Setelah proses brainstorming selesai  Anda harus mulai mengelompokan ide yang memiliki kedekatan kedalam satu kelompok, ini seperti mengelompokan dalam point-point materi presentasi atau ketika menulis buku Anda mengelompokan dalam bab yang memiliki kesamaan pembahasan. Biasanya dalam proses ini saya memakai metode mind mapping


Sumber :

http://fihafarhana.blogspot.co.id/2014/11/kelompok-kerja-dan-brainstorming.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar