Rabu, 09 Desember 2015

Kau adalah “karena” dari setiap “mengapa”ku



(Manusia dan Cinta kasih)

          Ku tatap mading kelas didepanku,dan mencoba memahami satu demi persatu artikel yang menempelnya. Tiba-tiba Novi,sahabatku datang menghampiriku dan mengajakku untuk masuk ke kelas. Aku langsung berjalan sambil mengecek pesan singkat yang baru saja masuk di handphone ku. Lalu,tiba-tiba ada yang menabrakku dari lawan arah. Kita langsung sama-sama menoleh ke belakang. Ya, ternyata yang menabrakku adalah kak irman,kak Irman adalah kakak kelasku di SMA, dia duduk di kelas 11 sementara aku baru duduk di bangku kelas 10. Dia langsung meminta maaf,dan aku hanya membalas dengan senyuman.
          Tiba di kelas,aku sama sekali tak memikirkan kakak kelas yang menabrakku barusan. Tak lama,bel istirahat pun berbunyi. Aku dan teman-temanku bergegas untuk pergi ke kantin. Ketika hendak turun dari tangga,ada salah satu teman angkatanku yang akupun tak tahu nama dia siapa. Karena waktu itu status kita sama-sama anak baru. Dia mengampiriku,dan bertanya “nama kamu siapa?”aku jawab,”bintang” dia langsung berlari pergi dan berteriak “namaku dindaa”. Aku tak mengerti apa maksud perempuan itu barusan. Aku memasa bodokan peristiwa tadi dan aku langsung pergi ke kantin bersama teman-temanku.
          Setelah selesai makan di kantin dan kembali ke kelas. Tiba-tiba kak irman ada di depan kelasku,ketika aku ingin masuk kelas. Kak irman memanggilku “bintang”. Aku terkejut,dan menoleh ke arah kak irman. Dia langsung mengampiriku,dan memulai pembicaraannya dengan memanggilku lagi “bintang” lalu ku jawab “kenapa ka?” dengan spontan dia berkata “boleh minta nomor handphone kamu gak?”. Awalnya aku tak mau memberinya,tapi ku hargai usaha dia. Aku pun langsung memberinya.
Setelah pulang sekolah,tak lama ada pesan masuk,ketika aku buka. pesan itu berisikan,”bintang,ini aku irman” tak lama membaca pesan itu aku langsung manjawabnya dengan singkat “iya kak”. Aku langsung mengunci ponselku dan bergegas untuk mandi,makan,dan merapihkan buku-buku yang ada di dalam tasku. Lalu,ponselku bunyi. Rupanya,kak irman yang sms ku “hai” aku menjawab se singkatnya mungkin. Aku jawab “iyaa?” dari situ kami mulai membalas pesan. Dari hari ke hari,aku merasa nyaman dengan kak irman.kak irman pun makin dekat denganku,tapi aku hanya bisa menunggu dia. karena aku sadar,aku adalah seorang wanita yang malu untuk mengatakannya. Aku hanya bisa menunggu. Aku rasa,kak irman merasakan hal yang sama denganku.
Satu tahun sudah kedekatanku dengan kak irman,tapi sampai saat ini aku belum di beri kepastian. Entah aku yang kepedean atau kak irmannya yang hanya memberiku harapan. Aku tetap bertahan walaupun aku tau bahwa dia tak hanya mendekatiku saja,dia hanya memberiku harapan. Aku termakan janji dia,termakan oleh omongannya yang hanya buaian semata. Tiap hari,aku harus menangis olehnya,aku rela berubah untuknya,aku rela menjauhi orang-orang yang mendekatiku untuknya. Sampai suatu hari,aku melihat kesakitan yang amat sangat pedih. Ya,nyatanya kak irman yang selama ini ku tunggu,yang selama ini berjanji untuk memberiku kepastian,ternyata dia telah memiliki kekasih. Betapa hancurnya aku,aku telah menunggu dia hingga mengabaikan semua orang yang mendekatiku,aku sadar selama ini aku lah yang terlalu banyak berharap. Semenjak itu,aku tak pernah menghubungi dia lagi. Dia meminta maaf padaku lewat via SMS,tanpaku balas. Aku sudah memaafkan dia.
Kini aku naik ke bangku kelas 2 SMA,aku tak mau mengingat semua masa laluku di kelas 1. Biarlah kak irman menjadi masa laluku yang ku jadikan pelajaran di masa depanku. Semua omongan teman-temanku benar,tapi tak ada yang aku anggap. Tapi,menyesal bukan akhir yang baik.
Hari ini aku duduk  di bangku kelas 2 SMA,seperti biasa. Aku harus beradaptasi kembali dengan teman-teman baruku. Pemilihan organisasi kelaspun segera dimulai,dan yang terpilih jadi ketua kelas adalah septian.Menurutku,septian sangat cocok jadi ketua kelas. Malam itu,septian menyebarkan info kepada kami lewat SMS. Karena saat itu aku tak mengerti maksud dari info tersebut,aku membalas SMSnya dan bertanya. Dia pun menanggapi nya dengan ramah,baik,sopan. Ku akhiri SMS dengan septian setelahku mendapatkan info tersebut.
Handphoneku berdering,rupanya ada SMS masuk “bintang”. Ternyata yang SMS ku adalah septian. Tumben sekali dia SMSku, ku jawab “iya?” diapun membalas “lagi apa?”. Teringat peristiiwa 1 tahun yang lalu,saat kak irman mendekatiku. Aku pun tak membalas SMS dari septian lagi. Tak lama handphoneku berdering, “kok gak dibales?” rupanya septian yang SMS ku lagi. Ku jawab “tumben SMS kenapa ya?”. Dia menjawab SMS ku dengan cepat,dan akhirnya dia jadi sering menghubungiku. Lama kelamaan,sedikit demi sedikit aku bisa melupakan kak irman,aku bisa mencari kesibukan agar tidak teringat dia lagi.
Dua bulan aku dan septian semakin dekat,dia juga sering menjemputku untuk pergi ke sekolah bersama. Hingga akhirnya,aku tau bahwa aku punya rasa dengan septian. Tapi aku mencoba mebiasakan semuanya,aku tak mau kejadianku terulang. Seperti biasa,tiap malam septian selalu menghubungiku lewat SMS. Tetapi,ini beda. Dia menghubungiku dan mulai menjurus mengatakan perasaannya padaku. Ya,dan akhirnya dia mengatakan perasaannya kepadaku,aku sangat senang. Karena,dia berhasil membuatku melupakan kak irman.
Keesokan harinya di sekolah,teman-temanku mengahmpiriku dan memberi kabar bahwa septian sudah memiliki kekasih. Aku tak percaya,karena baru saja semalam dia menyatakan perasaannya padaku. Rupanya benar,dia menjalin hubungan dengan teman kelas kami juga. Ternyata,kejadian itu terulang kembali,aku merasakan sakit yang luar biasa. Ku kira,septian akan menyembuhkan lukaku,tapi,dia hanya meimbulkan luka baru dihatiku. Rasa sakit yang harus rasakan ialah di kelas,aku harus melihat mereka bedua didepan mataku tanpa aku tahu alasan dari semua itu.
Satu minggu telah berlalu,aku mulai membiasakan diri tanpa septian. Aku mencoba bahagia walaupun sebenarnya tidak. Tuhan memang sedang mematahkan hatiku,membolak-balikan hatiku. Tapi aku bahagia,karena tuhan telah memberiku 2 orang sahabat yang amat sangat menyayangiku. Aku yakin,mereka tak akan meninggalkanku. Aku mulai dingin terhadap semua laki-laki yang mendekatiku. Akhirnya aku mulai terbiasa dengan keadaan ini.
“bintang,pinjem hp dong” ucap tika yang saat itu berdiri didepan kelas. Tanpa berpikir panjang,aku langsung meminjamkan handphoneku pada tika,tika adalah sahabatku. Satu lagi sahabatku,namanya novi. Kami bertiga tak bisa dipisahkan hehehe. Tak lama,aku merasa curiga dengan mereka,mereka sangan usil selalu membajak Hpku. Benar saja,mereka membajak Hpku,aku langsung merebutnya,tanpa rasa marah dan kesal. Karena aku sangat memaklumi mereka yang hampir tiap hari membajak Hpku.
Kring!!! Suara Hpku bunyi,rupanya ada BBM. Tapi aku tak mengerti maksud BBM ini,rupanya tika dan novi telah membajak Hpku. Mereka invite seseorang dengan nama Bara. Bara adalah sepupu tika. Tapi aku tak mengerti maksud mereka apa. Mereka yang saat itu ketakutan,takut aku marah. Daan mengatakan “maaf ya bintang,kita sengaja invite bara dan nge chat bara duluan. Kita gak kuat liat kamu kaya gini,kita sedih liat kamu harus sedih tiap hari karena liat mereka yang udah nyakitin kamu” rupanya niat mereka baik,tapi mereka tak perlu repot-repot dengan semua ini. Karena ku yakin,semua akan terjawab. Aku langsung memeluk mereka dengan erat,mataku berkaca-kaca,tubuhku lemas,tak berhenti bersyukur karena ku memiliki 2 orang sahabat seperti mereka.
Malam hari nya,ketika ku ingin beranjak tidur. Kring!! Hpku bunyi,rupanya ada BBM,aku sangat kaget. Ternyata,bara yang nge chat aku. Ku balas dengan sopan,karena ku menghargai bahwa dia adalah sepupu nya tika. Ku rasa aku tak tertarik, dengan bara. Dia sangat jutek,tak jelas,dingin. Tapi aku menghargainya. Semakin hari,bara semakin sering BBMku,kali ini aku sama sekali tak tertarik olehnya.
Satu bulan sudah kami dekat,walaupun aku tak tertarik dengannya karena sifat dia yang dingin. Aku menganggapnya sebagai teman biasa. Malam itu,dia BBMku,seperti biasa ku balas. Tiba-tiba sifat dia yang dingin berubah begitu saja. Dia jadi perhatian sekali denganku. karena sudah larut malam,dan aku sangat mengantuk,aku mencoba mengatakan ke bara untuk tidur lebih awal darinya. Tapi dia melarangku,Taklama,dia menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat kaget,aku mengira dia yang sifatnya dingin bisa menyatakan cintanya?hahahaha. Aku tak mau termakan buaian semata,aku langsungmenanyakan kebenaratan itu. Rupanya dia benar-benar menyatakan perasaannya. Entah apa yang membuatku menjawa “ya” saat dia menyatakan perasaannya padaku.
Keesokan harinya,aku masih tak percaya dengan kejadian semalam. Ketika bertemu dengan tika dan novi di kelas. Aku berbisik kepada mereka “aku jadian sama bara” mereka diam. 1,2,3. Daaar,pecah semuanya saat mereka dengan bersamaan berteriak bahagia dan langsung memelukku. Mereka dengan bangganya, memamerkan berita ini didepan kak irman dan septian,karena melihatku sudah tak terpuruk dengan cinta mereka lagi.
Ku jalani hari dengan semangat,ditambah kebahagiaanku dengan bara. Bara berubah,jadi sosok yang sangat perhatian padaku. Malam itu secara bersamaan kak irman dan septian menghubungku kembali, mereka menanyakan kebenaran bahwa aku sudah memiliki kekasih. Tapi ku abaikan semua SMS mereka. Bara pun berubah menjadi sosok yang sangat romantis,malam itu dia menelfonku dan menyanyikan lagu yang berjudul “sayap pelindungmu” sambil memainkan alat musik gitar. Saat itu,hatiku meleleh,mukaku memerah,dan sepertinya. Aku jatuh cinta lagi,jatuh cinta pada orang yang ku anggap tak akan pernah mungkin bersamaku.
Hari ini aku bertengkar denga bara,tiba-tiba dia memarahiku. Aku yang saat itu tak tau apa-apa merasa kesal. Tak lama. 00.01. dia mengirimiku sebuah foto yang tulisannya “HAPPY MENSIVERSARRY BINTANG” aku lupa,bahwa tanggal ini 1 bulannya aku dengan bara. Dia menelfonku,lagi-lagi dia menyanyikan sebuah lagu untukku. Aku langsung menangis terharu mendengarnya. Aku merasa wanita paling bahagia,bahagia karena memiliki bara.
Satu minggu setelah mensiv,hari itu bara tiba-tiba menghilang. Aku tak tahu dia kemana,sorenya dia mengabariku.Rupanya dia ketiduran. Tapi dari situ,sifat bara berubah seperti awal kami kenal. Dia jadi dingin,cuek. Aku sangat merasakan perubahan dia,aku sangat pennasara dan mencoba mencari tahu. Aku menemukan kontak wanita lain di akunn twitternya. Aku coba menghubunginya,rupanya dia adalah fani. Adik kelasnya,aku mencoba mengabaikan. Tak lama PING!!! Ku coba liat siapa yang BBMku. Ternyata fani. “hai kak bintang” rupanya dia kenal denganku, aku menjawabnya “hai fani”. “kak bara sering cerita tentang kakak lho,katanya kakak cantik,baik,perhatian banget sama kak bara,kak bara sayang banget sama kakak” ujar fani. Aku sangat bahagia mendengarnya,ternyata bara sering membicarakanku di depan rekan-rekannya. Taklama fani bilang,”tapi kenapa kalian putus?”. Aku langsung kaget,dan menjawab “putus?” . “iya,kak bara bilang kak bintang putusin kak bara. Padahal kak bara sayang banget lho sama kak bintang” ujar fani. Aku semakin bingung,karena kami memang belum putus. Aku langsung screen capture BBMku dengan fani dan segera mengirimnya ke bara. Bara langsung mencoba menjelaskannya padaku,tapi aku sangat kecewa. Dan mematikan Hpku agar bisa menenangkan semuanya.
Keesokan paginya,bara menghubungki,tapi aku abaikan. Tak lama dia menelfonku,dia menjelaskan semuanya. Tapi aku diam,dan langsung mencaci makinya. Ketika aku lelah, dia menjawabnya dengan lembut dan santun dia meminta maaf denganku,mengakui kesalahannya,berjanji takkan mengulanginya lagi,dan menyesal atas perbuatannya. Hati perempuan mana yang tak akan luluh?setelahku caci maki dia,dan dia menjawabnya dengan lembut dan santun. Oke,untuk kali ini aku kasih kamu kesempatan.
Masalah ini sama sekali tak merubah segalanya. Hanya sesaat bara berubah menjadi bara yang perhatian,romantis. Tak lama bara berubah menjadi bara yang dingin,cuek. Tapi aku tak ingin mempermasalahkan ini,mungkin ini sifat bara yang sebenarnya. Aku mencoba memerima bara yang sekarang dan membiasakan diri dengan kecuekan bara.
Hari ke hari telah berlalu,hari ini bara sama sekali tak menghubungiku. Aku selalu positif,mungkin bara sedang sibuk dengan sekolahnya. Pagi,siang,sore. Tak ada kabar dari bara, aku mencoba BBM hanya deliv,aku telfon tak diangkat. SMS pun tidak ada jawaban. Aku mencoba tenang,sampai menjelang maghrib,ku buka Hpku kembali,dan alhasil,kontak bara di BBMku sudah tak ada. Sepertinya aku di delcont,perasaanku sudah tak karuan,rasa kesal,sakit,cemas,bingung sudah campur aduk. Akhirnya aku ingat, teman kelasku ada yang punya kontak BBM bara,aku coba menanya kabar bara dari bunga. Bunga adalah teman kelasku. Ku coba menghubungi bunga, “PING!!!”. “apa bintang?”jawab bunga, “bunga masih punya kontak bara kan?” ujarku, bunga pun menjawab “punya binkenapa?baru aja dia ganti status nama cewek. Lu putus ya ?”. Tak kuasa menahan rasa sakit ini,aku pun langsung menangis. Bara yang aku kira beda dari yang lain,yang aku kira kami adalah pasangan yang paling bahagia,yang aku kira semua takkan seperti ini,yang aku kira akkhirnya akan bahagia ternyata salah. Sangat jauh dari rencana awal kami berdua.
Akhirnya aku terjatuh lagi,mereka hanya bahagiaku sesaat,dari kejadian ini aku selalu beranggapan bahwa semua laki-laki sama. Hanya ada satu laki-laki di dunia ini yang takkan menyakitiku. Dia adalah ayahku,ayah takkan menyakatiku dan apapun yang terjadi ayah akan selalu disisiku menemaniku disaat suka maupun duka. Jujur,aku sedikit kecewa dengan tika dan novi yang waktu itu mengenaliku dengan bara,tapi aku sadar. Tak perlu menyesali semua,karena menyesal adalah perbuatan yang bodoh.
Hari demi hari sudah ku lewati,aku menikmati hari tanpa seseorang yang mungkin akan menyakitiku kelak nanti. Aku menikmati hari dengan teman-temanku,sahabatku tika dan novi, karena dengan mereka aku bisa bertingkah sebodoh mungkin tanpa ada rasa “jaim”. Mereka yang tau semua kisah perjalanan cinta ku yang sampai saat ini tidak ada yang mulus. Mereka yang selalu menghiburku dengan candaan-candaan yang bisa membuatku terhibur. “bin,ternyata kecantikan gabakal bikin jadi semuanya jadi sempurna ya?” ujar novi,aku bingung dengan maksud perkataan novi. Tika pun menjelaskannya “iyaa,buktinya lo cantik tapi hubungan lo gak ada yang semulus kaya fisik lo”. Akhirnya aku abaikan kata-kata itu.
Yeaay!!!sebentar lagi kita liburan ke jogjakarta,aku dan teman-teman kelasku mengadakan danus (dana usaha) untuk siswa yang tidak mampu agar bisa ikut liburan bersama. Akhirnya kelompok danus pun di bagikan,aku dan 6 orang temanku dipilih untuk danus di luar . Kita sangat bersemangat,karena disini kekompakan kami di uji, saat danus. Aku berangkat bareng salah satu temanku namanya rian,rian adalah  salah satu temanku yang paling tampan di kelas,sayangnya dia sangat dingin. Sebenarnya agak canggung ketika aku dipilih bersama dia. Dipikiran ku sudah beraggapan bahwa rian pasti gak asik,pasti malu-malu.
Aku dan teman-teman bergegas untuk pergi danus, Aku di bonceng oleh rian menggunakan motor,sepanjang jalan bersama rian. Akulah yang memulai percakapan. Karena aku merasa canggung,karena kami satu tim. Jadi akan sulit apabila kami diam-diam. Yang aku kira rian anaknya pendiam,dingin. Tenyata dia sangat baik dan asik, aku  merasa nyaman menjadi partner danus bersama rian. Hingga akhirnya danus selesai,rianpun mengantarku pulang.
“PING!!!” siapa yang menghubungi malam-malam? Ketika aku ingin beranjak tidur,segera ku buka Hpku,dan ternyata yang menghubungiku adalah rian,”tumbrn banget rian nge chat aku”ujarku dalam hati. Tapi ku abaikan pesannya,lalu aku beranjak ke tempat tidur untuk istirahat. Taklama, Kring!!! Suara Hpku bunyi,karena penasaran,aku mengambil Hpku untuk melihat siapa yang menghubungku malam-malam seperti ini. Rupanya rian,ku coba membuka chat nya  yang berbunyi,”hai bintang,udah di rumah kan?jangan lupa makan ya,tidur yang nyenyak bin” aku merasa kaget mendengarnya. Aku yang hampir 1 tahun sekelas dengan dia,baru kali ini dia  chat seperti itu.  
Keesokan harinya,aku akan pergi ke sekolah. Tiba-tiba rian menyapaku dengan senyuman. Dan ku balas dengan senyuman. Malam harinya,rian menghubungiku. Dan ini sudah menjadi rutinitas rian yang setiap malam selalu menghubungi ku. Aku juga heran,aku sama sekali tak menyangka akan seperti  ini. Akhirnya kami makin dekat,rian menyatakan perasaannya padaku. Tapi dia hanya menyatakan. tetapi,perasaanku yang masih belum bisa melupakan bara belum bisa menerima. Aku belum siap  untuk jatuh hati dan aku pun melum siap untuk sakit hati lagi. Akhirnya rian menerima semua itu,rian akan menungguku sampai aku sbenar-benar siap untuk membuka hatiku untuk nya.
Hari ini sekolah kami mengadakan study tour ke jogjakarta,jam 7 seharusnya aku suda ada di sekolah. Tapi aku kesiangan,rian pun mencoba menghubungiku terus menerus. Ya,akhirnya aku tidak terlambat juga. Aku langsung masuk ke dalam bus,dan taklama kedatanganku. Bus pun berangkat,aku yang saat itu duduk bersama novi. Karena tika tak bisa ikut karena acara keluarga,jadi kami hanya berdua. Sepanjang jalan,aku teringat oleh bara. Aku benar-benar teringat olehnya. Aku pun mencoba mengalihkan pikiran ku. Taklama ponselku bunyi, ku buka segera. Ternyata rian, “jangan melamun daerah sini angker” membaca chat rian,membuatku terhibur.padahal kami satu bus,hanya beda tempat duduk. Rian yang duduknya di depan,dan aku di tengah. Akhirnya aku bisa mengalihkan pikiranku dengan saling membalas pesan dari rian yang sangat membuatku terhibur.
Aku tertidur lelap,karena perjalanan yang masih jauh membuatku mengantuk. Dan aku terbangun,karena bus ku berhenti. Rupanya teman-temanku ingin buang air kecil di kamar mandi pom bensin. Aku pun melanjutkan tidur ku kembali, taklama...”bintang” ada yang memanggilku di dalam mimpi,aku terbangun. Ternyata rian yang mencoba membangunkanku. Aku kaget,dan ku jawab “kenapa?” “mending kamu buang air kecil dulu gih,nanti takutnya kamu kebelet di jalan” ujar rian.  Aku pun langsung turun dari bus dan beranjak ke kamar mandi. Setelah di bus lagi,dan bus akan melanjutkan perjalanan. Aku melanjutkan tidurku yang tertunda karena dibangunkan oleh rian. Aku merasa lelah,setelah turun naik bus karena makan siang,makan malam,solat.
Setelah perjalanan yang amat sangat melelahkan,kamipun sampai di jogjakarta,kami turun dan melanjutkan istirahat di hotel. Keesokan harinya kami mulai ke tempat-tempat wisata di jogjakarta. Hingga malam hari,kami berhenti di malioboro. Aku,novi,dan ihsan. Kami bertiga berjalan-jalan di malioboro. Tapi kami melewati batas waktu yang telah di tentukan. Ya,kami tersesat di malioboro,semua orang panik mencari kami,menghubungi kami,rian yang saat itu menghubungiku,dia menelfonku berkali-kali. Dan mengirimkan via SMS berkali-kali yang berbunyi, “bintang dimana?” “bintang angkat telfonnya” “bus kita mau pergi” “bintang bales” karena aku panik,aku takmau mengangkat dan membalas SMS rian. Aku,novi,dan ihsan berlari ke arah bus. Dan akhirnya,kami sampai di bus. Semua orang panik mencari kami,kami meminta maaf karena keteledoran kami.
Aku disini,duduk termenung,memperhatikan indahnya malam di jogjakarta. Taklama, “tadi abis dari mana? Bikin panik aja” SMS rian yang ku baca. Aku balas “maaf tadi kami kesasar,untungnya bisa  balik lagi hehe”. Aku tak tau apa yang ku rasa,melihat rian yang sangat peduli denganku membuatku sedikit demi sedikit melupakan bara. Aku merasakan nyaman bersama dia,dia hadir dan mengobati rasa sakit yang bara buat untukku.
Setelah berlibur di jogjakarta,akhirnya kami kembali pulang ke kota kami tercinta, Bogor. Di perjalanan pulang,seperti biasa. Aku kembali menatapi jalan di kota jogjakarta. Aku duduk sendiri,novi yang saat itu pindah duduk di sebelah ihsan. Taklama,ada seseorang yang duduk di sampingku,aku langsung menoleh ke sampingku. Rupanya rian yang duduk di sebelahku,dia menyapaku dengan senyuman. Aku yang saat itu sangat takut untuk kembali mencintai,aku takut rian mematahkan hatiku seperti kak irman,septian,bara yang telah lakukan itu padaku.
Aku tak hiraukan rian yang disampingku, aku tertidur,karena merasa perjalanan yang sangat jauh. Ketika aku bangun,aku sangat kaget. Aku tertidur di bbahu nya rian,karena sadar akan itu. Aku langsung bangun,rian yang saat itu tertidur juga dan tak terbangun. Aku  lega karena rian tak melihat ku yang tertidur di bahu nya. Apa jadinya kalau dia tau?bisa malu aku.
Tiba sampai di Bogor,dan aku langsung pulang ke rumah. Aku tak melihat rian,jadi aku langsung pulang tanpa pamit ke rian. Entah kenapa,pulang dari jogjakarta,hubungan ku dengan rian semakin dekat. bahkan aku merasa nyaman dekat dengan rian. Apakah aku jatuh cinta lagi?sepertinya iya.
Liburan telah tiba,setelah liburan di jogjakarta,kami berlibur di rumah. Kedekatanku makin menjadi,kini kami tahu perasaan kami masing-masing. Tanpa ada ikatan,yang penting kami tahu bahwa, “cukup hatiku,hatimu,dan tuhan yang tahu bahwa kita punya rasa”.
2 minggu sudah kami berlibur,sekarang waktunya aku kembali ke sekolah. Aku sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA,rupanya aku dan rian satu kelas. Mendengar kabar itu,aku sangat bahagia dan semangat untuk kembali ke sekolah. Akhirnya aku bertemu di dalam kelas. Tapi aneh,rian sedikit cuek denganku,ada apa ini? Malamnya,aku menunggu kabar rian. Biasanya tiap malam rian selalu mengabariku,tapi hari ini tidak. Semua berubah begitu saja,aku tak mengerti apa salahku sehingga rian tiba-tiba menghilang dariku.  
Pagi ini terasa sangat beda,yang biasanya rian selalu menghubungiku,kini semuanya hilang. ketika di kelas. Mengapa kita seperti ini?diam tanpa kata tanpa mau menyapa. Dan aku baru tahu semua ini,ternyata rian akan pindah kelas. Tapi kenapa? Aku sama sekali tak menanyakan hal ini. Perasaanku sangat sedih mendengar kabar tersebut. Apa yang menyebabkan semua berubah begitu cepat?
Seperti biasa,aku menjalankan aktivitas ku di sekolah. karena aku sudah kelas 3 SMA,aku pun mulai serius. Aku tak menyangka dan selalu bertanya mengapa kisah ku tak pernah berujung kebahagiaan?mengapa selalu aku yang tersakiti? Semua berubah begitu saja. Aku yang mencoba untuk membiasakan diri tanpa kehadiran rian lagi,luka lama ku baru saja sembuh. Tiba-tiba rian hadir dan membuat luka baru di hatiku.
Aku yang sudah tak perduli lagi dengan kata “cinta” dan aku tak ingin memikirkan hal tersebut, aku mencoba melupakan rian. Aku mencoba mendekatkan diri dengan tuhan,mungkin aku terlalu sibuk mencari cinta hingga melupakan tuhanku yang sangat setia. Tidak mungkin meninggalkanku dalam suka maupun duka.
Tak lama,ku mendengar bahwa rian sudah mempunyai kekasih di kelas nya. Hatiku sangat berantakan,rapuh mendengar semua itu. Sakitnya saat aku melihat mereka berdua,seharusnya aku yang memeluk ria,seharusnya aku yang diberi perhatian lebih oleh rian,seharusnya aku yang ada disamping rian,seharusnya aku yang menghapus air mata rian,harusnya aku yang membuat rian tertawa,harusnya aku....
Aku mengabaikan semua yang mendekat,aku tak ingin hatiku terluka. Aku hanya ingin luka di hati ini cepat tersembuhkan,aku tak ingin menghapus luka ini dengan cinta yang baru. Karena sama saja aku akan membuat luka baru dihatiku. Aku mulai fokus terhadap ujian yang akan ku hadapi,aku mencoba memasa bodokan rian. Rian yang sampai saat ini masih menghantui pikiran ku,dan masih ada di hatiku.
“sampe kapan lo kaya gini?” ujar novi, aku terdiam,merenung. “liat orang yang nyakitin lo aja udah pada bahagia,masa lo enggak?” ujar novi yang saat itu tak tega meilhatku dengan kesakitan yang bertubi-tubi datang kepadaku. Aku mencoba tegar didepan mereka semua. Aku tak ingin mereka yang menyakitiku bahagia karena melihatku terlihat terpuruk. Rasanya aku ingin cepat-cepat keluar dari sekolah ini,aku ingin sekali cepat meneruskan kuliah. Mungkin disana,aku bisa mencoba melupakan semua kenangan di SMA.
Setelah bertahan dengan semuanya,akhirnya aku lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah. Di sini,aku mencoba membuka semua lembaran dari awal. Dan melupakan semua cerita pahit di masa laluku. Aku mendapat teman baru disini. Ketika ku ingin membuka ponselku, “PING!!!” rupanya ada BBM masuk,ternyata dari rahas,rahas adalah teman SD ku,kami beda kelas,hanya kenal wajah,tak pernah berbincang sedikitpun. Dia chat ku hanya ingin menanyakan kalau di bogor hujan/tidak. Aku hanya menjawab seperlunya,dia menanyakan kabarku. Karena semenjak lulus dari SD,kami tak pernah bertemu lagi. Dari situ kami bernostalgia,melihat dia yang dulu nya paling pendek di angakatan kami,sekarang berubah sangat drastis. Dia menjadi seorang remaja yang berbadan tinggi,tampan pula. Dari nostalgia itu,dia semakin sering menghubungiku. Sampai akhirnya kami bertemubersama teman-temanku yang lain juga. Semanjak pertemuan itu,rahas semakin mendekatiku. Tapi yang ku rasakan adalah perasaanku yang masih belum bisa melupakan rian. Aku yang berwatak pecicilan di depan teman-temanku,bahkan di depan rahas pun aku bersikap sama,aku sama sekali tak menyembunyikan sifat asli ku. Aku fikir,setelah bertemuku rahas akan menjauhiku,tapi nyatanya tidak. Dia makin mendekatiku.
Setelah sekian lama kami kenal,dia mulai menyatakan cintanya padaku,tapi aku memasa bodokan semua itu. Aku yakin,pasti semua ini akan kembali terulang. Tapi,dengan adanya rahas,aku bisa melupakan rian. Aku merasa tidak jaim sedikitpun olehnya. Dia menerimaku dengan segala tingkah anehku. Semua teman-temanku memaksa ku untuk menerima cintanya,tapi untuk saat ini TIDAK! Aku tak ingin di bodohi oleh cinta untuk ke sekian kalinya. Aku mencoba melupakan semuanya,aku menjauhi rahas,tapi rahas mendekatiku. Ku akui aku memang sudah memiliki perasaan olehnya,tapi untuk kali ini,aku akan lebih menahan perasaanku agar kisah pahitku tak akan terulang lagi.
4 tahun sudah rahas menungguku,hingga akhirnya aku lulus S1. Dia masih menungguku,tak kuasa aku melihat rahas yang masih setia menungguku. Sebenarnya,akupun mencintainya. Malam itu,aku berniat untuk bertemu dengan rahas. Aku ingin membicarakan semuanya, aku akan memberinya kepastian.  Dan jawaban atas pengorbanan dia yang rela menungguku.
Sebelum bertemu rahas,siangnya aku akan berangkat ke sebuah mall,aku ingin membeli baju untuk persiapan nanti malam. Tapi,disana. Aku melihat kesakitan,aku melihat Rahas dengan wanita lain. Aku tak tahu siapa wanita itu,karena wanita itu membelakangiku jadi aku tak sempat melihat wajahnya. Hatiku perih,sangat perih melihatnya. Aku segera foto mereka dari kejauhan dan mengirimkannya ke rahas. Aku tak ingin bertemunya lagi,aku tak mau mendengarkan alasannya,aku sudah melihat dengan mata kepalaku langsung. Taklama,rahas melihatku,aku berlari untuk keluar dari mall tersebut,aku berlari keluar,hingga berlari ke jalan raya. Tiba-tiba sebuah mobil dari arah kananku mendekatiku,aku benar-benar tak tahu apa yang ku lakukan. Rasanya ingin berlari,tapi kakiku tak bisa di gerakkan. Aku hhanya mendengar semua orang di kelilingku berteriak. Daar,sebuah mobil menabrakku,hingga aku terjatuh. Aku tak merasakan apa-apa, hanya saja yang terlintas dipikiran ku adalah orang-orang yang telah menyakitiku. Kak Irman, Septian, Bara, Rian, hingga Rahas. aku dibawa langsung ke rumah sakit terdekat.
Aku tak bisa merasakan apa-apa, apa aku telah mati?aku terbangun, sebuah alat-alat menempel di tubuhku,aku melihat ibuku menangis di sampingku,aku melihat Rahas yang saat itu bersama Novi. Aku bisa melihat mereka,tapi mengapa mereka tak bisa melihatku?aku tak bisa menggapai mereka. Ada apa  ini? taklama,aku melihat novi berbisik di telingaku yang sedang berbaring. “bintang,kamu bangun ya. Ini aku novi,aku lah yang tadi bersama rahas di mall tadi. Aku gak ada niat apapun,aku hanya mengantar rahas untuk membeli cincin untukmu. Malam ini,dia akan melamarmu” ujar novi sambil menangis. Rupanya aku salah,aku salah menilai rahas. rasanya aku ingin bangkit dan memeluk Rahas. tapi,ada apa ini? detak jantungku tiba-tiba berhenti. Semua orang panik,ibuku yang berteriak memanggil dokter,novi yang menggenggam tanganku dengan erat sambil bercucuran air mata. sambil berkata “Ayo bintang,kamu kuat,bangun dong,liat ini cincin untukmu. Rahas akan melamarmu malam ini”. tak kuasa aku melihat semua ini,aku hanya melihat mereka di kejauhan. Tiba-tiba dokter mengatakan “Innalilahi wa inna ilaihi ro jiun” semua orang di situ kaget,ibuku langsung pingsan,Novi yang saat itu langsung menenangi ibuku sambil menangis. dan rahas yang saat itu memilih untu keluar dari ruangan  ini. Aku mengejar rahas,aku berteriak “aku masih hidup,rahas?dengar aku” tapi dia tak menghiraukanku. Aku mencoba meyakinkan ke semua orang,tapi tak ada satupun yang mendengar. Hingga akhirnya,raga ku dibawa ke rumah.
Ketika sampai rumah,aku kaget. Bendera kuning telah terpasang,semua orang berdatangan. Apa aku benar-benar mati?aku melihat jasad ku dimandikan,semua orang berdatangan. Sahabat-sahabatku,keluargaku,teman-temanku,sampai kak Irman,Setptian,Bara,Rian datang ke rumahku. Mereka semua menangis,akhirnya aku sadar,aku telah pergi. Pergi untuk selama-lamanya. Melihat kedatangan mereka,aku sama sekali tak melihat Rahas. dimana rahas?apa dia tak datang untuk melihat jasadku buat yang terakhir kalinya?.
Jasadku segera di kafankan,aku masih sibuk mencari Rahas. dimana Rahas? ya, sudah terlambat. Jasadku sudah dikafani,dan segera di solatkan. Tapi sampai saat ini,aku tak melihat kehadiran Rahas. dimana dia?semakin dekat dengan kepergianku,aku ingin melihat Rahas untuk yang terakhir kalinya, andaikan aku bisa memeluknya,aku pasti akan memeluknya.
Jasadku akan dibawa ke pemakaman,semua orang bersedih,aku tak tega melihat semua orang yang ku sayang harus bersedih,rasanya berat untuk meninggalkan mereka. Andaikan aku diberi kesempatan untuk bicara,aku akan katakan bahwa aku sangat menyayangi mereka. Tiba di pemakaman,jasadku di masukkan ke dalam tanah, semua orang menjerit menangis,rasanya aku ingin memeluknya satu persatu.
Siapa itu?rupanya Rahas,ternyata rahas yang akan meng-Azaniku,rupanya dia disini,dia tak sanggup melihatku,dia menjadi orang yang terakhir yang aku dengar,suara azan dia terdengar,mengetuk hatiku,membuatku tak ingin meninggalkan dunia ini. benda apa ini?mengapa benda ini menarikku keawan,aku merasa paling tinggi,ayah...ibu...bantu aku,aku tak ingin pergi meninggalkan kalian,ayah....ibu...tolong... novi....tikaa....Rahas....tolong aku. Mengapa ini?aku tak bisa melihat kalian lagi,ini sangat tinggi,aku takut ketinggian bu,kalian sudahh tak terlihat lagi. AKU MENYAYANGI KALIAN,AKU PERGI.

“kak Irman,Septian,Bara,Rian adalah orang yang telah membuatku menjadi lebih dewasa,meskipun mereka telah membuat luka yang membekas di hatiku,aku tak menyesal, aku tak melihat mereka dari keburukannya,mereka pernah membuatku bahagia,walaupun hanya sesaat. Tapi mereka telah membawa ku ke seseorang yang lebih baik,membawaku pada Rahas.”
“Rahas adalah orang yang rela menungguku,orang yang selalu sabar akan keegoan ku,orang yang menerimaku apa adanya,menerima semua sifat ku,Rahas bertahan untukku. mencintaimu secara diam-diam adalah anugerah yang terindah,aku sangat beruntung. Perkenalan kita dari SD,dari kita yang bukan apa-apa,kita tak pernah menyapa,tak pernah mengobrol,hingga akhirnya kau memberanikan diri untuk menyapa ku di usia remaja kita. Andaikan aku tau,bahwa orang yang takkan menyakitiku selain ayahku dan tuhan adalah kau, mengapa tidak dari semenjak SD tuhan mendekati ku dengan kau?”

“jangan takut untuk mencintai,karena bisa saja cinta keduamu justru lebih berarti”- NS



-selesai-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar