(Manusia
dan Cinta kasih)
Ku
tatap mading kelas didepanku,dan mencoba memahami satu demi persatu artikel
yang menempelnya. Tiba-tiba Novi,sahabatku datang menghampiriku dan mengajakku
untuk masuk ke kelas. Aku langsung berjalan sambil mengecek pesan singkat yang
baru saja masuk di handphone ku. Lalu,tiba-tiba ada yang menabrakku dari lawan
arah. Kita langsung sama-sama menoleh ke belakang. Ya, ternyata yang menabrakku
adalah kak irman,kak Irman adalah kakak kelasku di SMA, dia duduk di kelas 11
sementara aku baru duduk di bangku kelas 10. Dia langsung meminta maaf,dan aku
hanya membalas dengan senyuman.
Tiba
di kelas,aku sama sekali tak memikirkan kakak kelas yang menabrakku barusan.
Tak lama,bel istirahat pun berbunyi. Aku dan teman-temanku bergegas untuk pergi
ke kantin. Ketika hendak turun dari tangga,ada salah satu teman angkatanku yang
akupun tak tahu nama dia siapa. Karena waktu itu status kita sama-sama anak
baru. Dia mengampiriku,dan bertanya “nama kamu siapa?”aku jawab,”bintang” dia
langsung berlari pergi dan berteriak “namaku dindaa”. Aku tak mengerti apa
maksud perempuan itu barusan. Aku memasa bodokan peristiwa tadi dan aku
langsung pergi ke kantin bersama teman-temanku.
Setelah
selesai makan di kantin dan kembali ke kelas. Tiba-tiba kak irman ada di depan
kelasku,ketika aku ingin masuk kelas. Kak irman memanggilku “bintang”. Aku
terkejut,dan menoleh ke arah kak irman. Dia langsung mengampiriku,dan memulai
pembicaraannya dengan memanggilku lagi “bintang” lalu ku jawab “kenapa ka?” dengan
spontan dia berkata “boleh minta nomor handphone kamu gak?”. Awalnya aku tak
mau memberinya,tapi ku hargai usaha dia. Aku pun langsung memberinya.
Setelah pulang
sekolah,tak lama ada pesan masuk,ketika aku buka. pesan itu
berisikan,”bintang,ini aku irman” tak lama membaca pesan itu aku langsung
manjawabnya dengan singkat “iya kak”. Aku langsung mengunci ponselku dan
bergegas untuk mandi,makan,dan merapihkan buku-buku yang ada di dalam tasku.
Lalu,ponselku bunyi. Rupanya,kak irman yang sms ku “hai” aku menjawab se
singkatnya mungkin. Aku jawab “iyaa?” dari situ kami mulai membalas pesan. Dari
hari ke hari,aku merasa nyaman dengan kak irman.kak irman pun makin dekat
denganku,tapi aku hanya bisa menunggu dia. karena aku sadar,aku adalah seorang
wanita yang malu untuk mengatakannya. Aku hanya bisa menunggu. Aku rasa,kak
irman merasakan hal yang sama denganku.
Satu tahun sudah
kedekatanku dengan kak irman,tapi sampai saat ini aku belum di beri kepastian.
Entah aku yang kepedean atau kak irmannya yang hanya memberiku harapan. Aku
tetap bertahan walaupun aku tau bahwa dia tak hanya mendekatiku saja,dia hanya
memberiku harapan. Aku termakan janji dia,termakan oleh omongannya yang hanya
buaian semata. Tiap hari,aku harus menangis olehnya,aku rela berubah
untuknya,aku rela menjauhi orang-orang yang mendekatiku untuknya. Sampai suatu
hari,aku melihat kesakitan yang amat sangat pedih. Ya,nyatanya kak irman yang
selama ini ku tunggu,yang selama ini berjanji untuk memberiku
kepastian,ternyata dia telah memiliki kekasih. Betapa hancurnya aku,aku telah
menunggu dia hingga mengabaikan semua orang yang mendekatiku,aku sadar selama
ini aku lah yang terlalu banyak berharap. Semenjak itu,aku tak pernah
menghubungi dia lagi. Dia meminta maaf padaku lewat via SMS,tanpaku balas. Aku
sudah memaafkan dia.
Kini aku naik ke bangku
kelas 2 SMA,aku tak mau mengingat semua masa laluku di kelas 1. Biarlah kak
irman menjadi masa laluku yang ku jadikan pelajaran di masa depanku. Semua
omongan teman-temanku benar,tapi tak ada yang aku anggap. Tapi,menyesal bukan
akhir yang baik.
Hari ini aku duduk di bangku kelas 2 SMA,seperti biasa. Aku
harus beradaptasi kembali dengan teman-teman baruku. Pemilihan organisasi
kelaspun segera dimulai,dan yang terpilih jadi ketua kelas adalah
septian.Menurutku,septian sangat cocok jadi ketua kelas. Malam itu,septian
menyebarkan info kepada kami lewat SMS. Karena saat itu aku tak mengerti maksud
dari info tersebut,aku membalas SMSnya dan bertanya. Dia pun menanggapi nya
dengan ramah,baik,sopan. Ku akhiri SMS dengan septian setelahku mendapatkan info
tersebut.
Handphoneku
berdering,rupanya ada SMS masuk “bintang”. Ternyata yang SMS ku adalah septian.
Tumben sekali dia SMSku, ku jawab “iya?” diapun membalas “lagi apa?”. Teringat
peristiiwa 1 tahun yang lalu,saat kak irman mendekatiku. Aku pun tak membalas
SMS dari septian lagi. Tak lama handphoneku berdering, “kok gak dibales?”
rupanya septian yang SMS ku lagi. Ku jawab “tumben SMS kenapa ya?”. Dia
menjawab SMS ku dengan cepat,dan akhirnya dia jadi sering menghubungiku. Lama
kelamaan,sedikit demi sedikit aku bisa melupakan kak irman,aku bisa mencari
kesibukan agar tidak teringat dia lagi.
Dua bulan aku dan
septian semakin dekat,dia juga sering menjemputku untuk pergi ke sekolah
bersama. Hingga akhirnya,aku tau bahwa aku punya rasa dengan septian. Tapi aku
mencoba mebiasakan semuanya,aku tak mau kejadianku terulang. Seperti biasa,tiap
malam septian selalu menghubungiku lewat SMS. Tetapi,ini beda. Dia
menghubungiku dan mulai menjurus mengatakan perasaannya padaku. Ya,dan akhirnya
dia mengatakan perasaannya kepadaku,aku sangat senang. Karena,dia berhasil
membuatku melupakan kak irman.
Keesokan harinya di
sekolah,teman-temanku mengahmpiriku dan memberi kabar bahwa septian sudah
memiliki kekasih. Aku tak percaya,karena baru saja semalam dia menyatakan
perasaannya padaku. Rupanya benar,dia menjalin hubungan dengan teman kelas kami
juga. Ternyata,kejadian itu terulang kembali,aku merasakan sakit yang luar
biasa. Ku kira,septian akan menyembuhkan lukaku,tapi,dia hanya meimbulkan luka
baru dihatiku. Rasa sakit yang harus rasakan ialah di kelas,aku harus melihat
mereka bedua didepan mataku tanpa aku tahu alasan dari semua itu.
Satu minggu telah
berlalu,aku mulai membiasakan diri tanpa septian. Aku mencoba bahagia walaupun
sebenarnya tidak. Tuhan memang sedang mematahkan hatiku,membolak-balikan
hatiku. Tapi aku bahagia,karena tuhan telah memberiku 2 orang sahabat yang amat
sangat menyayangiku. Aku yakin,mereka tak akan meninggalkanku. Aku mulai dingin
terhadap semua laki-laki yang mendekatiku. Akhirnya aku mulai terbiasa dengan
keadaan ini.
“bintang,pinjem hp
dong” ucap tika yang saat itu berdiri didepan kelas. Tanpa berpikir panjang,aku
langsung meminjamkan handphoneku pada tika,tika adalah sahabatku. Satu lagi
sahabatku,namanya novi. Kami bertiga tak bisa dipisahkan hehehe. Tak lama,aku
merasa curiga dengan mereka,mereka sangan usil selalu membajak Hpku. Benar
saja,mereka membajak Hpku,aku langsung merebutnya,tanpa rasa marah dan kesal.
Karena aku sangat memaklumi mereka yang hampir tiap hari membajak Hpku.
Kring!!! Suara Hpku
bunyi,rupanya ada BBM. Tapi aku tak mengerti maksud BBM ini,rupanya tika dan
novi telah membajak Hpku. Mereka invite seseorang dengan nama Bara. Bara adalah
sepupu tika. Tapi aku tak mengerti maksud mereka apa. Mereka yang saat itu
ketakutan,takut aku marah. Daan mengatakan “maaf ya bintang,kita sengaja invite
bara dan nge chat bara duluan. Kita gak kuat liat kamu kaya gini,kita sedih
liat kamu harus sedih tiap hari karena liat mereka yang udah nyakitin kamu”
rupanya niat mereka baik,tapi mereka tak perlu repot-repot dengan semua ini.
Karena ku yakin,semua akan terjawab. Aku langsung memeluk mereka dengan
erat,mataku berkaca-kaca,tubuhku lemas,tak berhenti bersyukur karena ku memiliki
2 orang sahabat seperti mereka.
Malam hari nya,ketika
ku ingin beranjak tidur. Kring!! Hpku bunyi,rupanya ada BBM,aku sangat kaget.
Ternyata,bara yang nge chat aku. Ku balas dengan sopan,karena ku menghargai
bahwa dia adalah sepupu nya tika. Ku rasa aku tak tertarik, dengan bara. Dia
sangat jutek,tak jelas,dingin. Tapi aku menghargainya. Semakin hari,bara
semakin sering BBMku,kali ini aku sama sekali tak tertarik olehnya.
Satu bulan sudah kami
dekat,walaupun aku tak tertarik dengannya karena sifat dia yang dingin. Aku
menganggapnya sebagai teman biasa. Malam itu,dia BBMku,seperti biasa ku balas.
Tiba-tiba sifat dia yang dingin berubah begitu saja. Dia jadi perhatian sekali
denganku. karena sudah larut malam,dan aku sangat mengantuk,aku mencoba
mengatakan ke bara untuk tidur lebih awal darinya. Tapi dia
melarangku,Taklama,dia menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat kaget,aku
mengira dia yang sifatnya dingin bisa menyatakan cintanya?hahahaha. Aku tak mau
termakan buaian semata,aku langsungmenanyakan kebenaratan itu. Rupanya dia
benar-benar menyatakan perasaannya. Entah apa yang membuatku menjawa “ya” saat
dia menyatakan perasaannya padaku.
Keesokan harinya,aku
masih tak percaya dengan kejadian semalam. Ketika bertemu dengan tika dan novi
di kelas. Aku berbisik kepada mereka “aku jadian sama bara” mereka diam. 1,2,3.
Daaar,pecah semuanya saat mereka dengan bersamaan berteriak bahagia dan
langsung memelukku. Mereka dengan bangganya, memamerkan berita ini didepan kak
irman dan septian,karena melihatku sudah tak terpuruk dengan cinta mereka lagi.
Ku jalani hari dengan
semangat,ditambah kebahagiaanku dengan bara. Bara berubah,jadi sosok yang
sangat perhatian padaku. Malam itu secara bersamaan kak irman dan septian
menghubungku kembali, mereka menanyakan kebenaran bahwa aku sudah memiliki
kekasih. Tapi ku abaikan semua SMS mereka. Bara pun berubah menjadi sosok yang
sangat romantis,malam itu dia menelfonku dan menyanyikan lagu yang berjudul
“sayap pelindungmu” sambil memainkan alat musik gitar. Saat itu,hatiku meleleh,mukaku
memerah,dan sepertinya. Aku jatuh cinta lagi,jatuh cinta pada orang yang ku
anggap tak akan pernah mungkin bersamaku.
Hari ini aku bertengkar
denga bara,tiba-tiba dia memarahiku. Aku yang saat itu tak tau apa-apa merasa
kesal. Tak lama. 00.01. dia mengirimiku sebuah foto yang tulisannya “HAPPY
MENSIVERSARRY BINTANG” aku lupa,bahwa tanggal ini 1 bulannya aku dengan bara.
Dia menelfonku,lagi-lagi dia menyanyikan sebuah lagu untukku. Aku langsung
menangis terharu mendengarnya. Aku merasa wanita paling bahagia,bahagia karena
memiliki bara.
Satu minggu setelah
mensiv,hari itu bara tiba-tiba menghilang. Aku tak tahu dia kemana,sorenya dia
mengabariku.Rupanya dia ketiduran. Tapi dari situ,sifat bara berubah seperti
awal kami kenal. Dia jadi dingin,cuek. Aku sangat merasakan perubahan dia,aku sangat
pennasara dan mencoba mencari tahu. Aku menemukan kontak wanita lain di akunn
twitternya. Aku coba menghubunginya,rupanya dia adalah fani. Adik kelasnya,aku
mencoba mengabaikan. Tak lama PING!!! Ku coba liat siapa yang BBMku. Ternyata
fani. “hai kak bintang” rupanya dia kenal denganku, aku menjawabnya “hai fani”.
“kak bara sering cerita tentang kakak lho,katanya kakak cantik,baik,perhatian
banget sama kak bara,kak bara sayang banget sama kakak” ujar fani. Aku sangat
bahagia mendengarnya,ternyata bara sering membicarakanku di depan
rekan-rekannya. Taklama fani bilang,”tapi kenapa kalian putus?”. Aku langsung
kaget,dan menjawab “putus?” . “iya,kak bara bilang kak bintang putusin kak
bara. Padahal kak bara sayang banget lho sama kak bintang” ujar fani. Aku
semakin bingung,karena kami memang belum putus. Aku langsung screen capture
BBMku dengan fani dan segera mengirimnya ke bara. Bara langsung mencoba
menjelaskannya padaku,tapi aku sangat kecewa. Dan mematikan Hpku agar bisa
menenangkan semuanya.
Keesokan paginya,bara
menghubungki,tapi aku abaikan. Tak lama dia menelfonku,dia menjelaskan
semuanya. Tapi aku diam,dan langsung mencaci makinya. Ketika aku lelah, dia
menjawabnya dengan lembut dan santun dia meminta maaf denganku,mengakui
kesalahannya,berjanji takkan mengulanginya lagi,dan menyesal atas perbuatannya.
Hati perempuan mana yang tak akan luluh?setelahku caci maki dia,dan dia
menjawabnya dengan lembut dan santun. Oke,untuk kali ini aku kasih kamu
kesempatan.
Masalah ini sama sekali
tak merubah segalanya. Hanya sesaat bara berubah menjadi bara yang
perhatian,romantis. Tak lama bara berubah menjadi bara yang dingin,cuek. Tapi
aku tak ingin mempermasalahkan ini,mungkin ini sifat bara yang sebenarnya. Aku
mencoba memerima bara yang sekarang dan membiasakan diri dengan kecuekan bara.
Hari ke hari telah
berlalu,hari ini bara sama sekali tak menghubungiku. Aku selalu positif,mungkin
bara sedang sibuk dengan sekolahnya. Pagi,siang,sore. Tak ada kabar dari bara,
aku mencoba BBM hanya deliv,aku telfon tak diangkat. SMS pun tidak ada jawaban.
Aku mencoba tenang,sampai menjelang maghrib,ku buka Hpku kembali,dan
alhasil,kontak bara di BBMku sudah tak ada. Sepertinya aku di
delcont,perasaanku sudah tak karuan,rasa kesal,sakit,cemas,bingung sudah campur
aduk. Akhirnya aku ingat, teman kelasku ada yang punya kontak BBM bara,aku coba
menanya kabar bara dari bunga. Bunga adalah teman kelasku. Ku coba menghubungi
bunga, “PING!!!”. “apa bintang?”jawab bunga, “bunga masih punya kontak bara
kan?” ujarku, bunga pun menjawab “punya binkenapa?baru aja dia ganti status
nama cewek. Lu putus ya ?”. Tak kuasa menahan rasa sakit ini,aku pun langsung
menangis. Bara yang aku kira beda dari yang lain,yang aku kira kami adalah
pasangan yang paling bahagia,yang aku kira semua takkan seperti ini,yang aku
kira akkhirnya akan bahagia ternyata salah. Sangat jauh dari rencana awal kami
berdua.
Akhirnya aku terjatuh
lagi,mereka hanya bahagiaku sesaat,dari kejadian ini aku selalu beranggapan
bahwa semua laki-laki sama. Hanya ada satu laki-laki di dunia ini yang takkan
menyakitiku. Dia adalah ayahku,ayah takkan menyakatiku dan apapun yang terjadi
ayah akan selalu disisiku menemaniku disaat suka maupun duka. Jujur,aku sedikit
kecewa dengan tika dan novi yang waktu itu mengenaliku dengan bara,tapi aku
sadar. Tak perlu menyesali semua,karena menyesal adalah perbuatan yang bodoh.
Hari demi hari sudah ku
lewati,aku menikmati hari tanpa seseorang yang mungkin akan menyakitiku kelak
nanti. Aku menikmati hari dengan teman-temanku,sahabatku tika dan novi, karena
dengan mereka aku bisa bertingkah sebodoh mungkin tanpa ada rasa “jaim”. Mereka
yang tau semua kisah perjalanan cinta ku yang sampai saat ini tidak ada yang
mulus. Mereka yang selalu menghiburku dengan candaan-candaan yang bisa
membuatku terhibur. “bin,ternyata kecantikan gabakal bikin jadi semuanya jadi
sempurna ya?” ujar novi,aku bingung dengan maksud perkataan novi. Tika pun menjelaskannya
“iyaa,buktinya lo cantik tapi hubungan lo gak ada yang semulus kaya fisik lo”.
Akhirnya aku abaikan kata-kata itu.
Yeaay!!!sebentar lagi
kita liburan ke jogjakarta,aku dan teman-teman kelasku mengadakan danus (dana
usaha) untuk siswa yang tidak mampu agar bisa ikut liburan bersama. Akhirnya
kelompok danus pun di bagikan,aku dan 6 orang temanku dipilih untuk danus di
luar . Kita sangat bersemangat,karena disini kekompakan kami di uji, saat
danus. Aku berangkat bareng salah satu temanku namanya rian,rian adalah salah satu temanku yang paling tampan di
kelas,sayangnya dia sangat dingin. Sebenarnya agak canggung ketika aku dipilih
bersama dia. Dipikiran ku sudah beraggapan bahwa rian pasti gak asik,pasti
malu-malu.
Aku dan teman-teman
bergegas untuk pergi danus, Aku di bonceng oleh rian menggunakan
motor,sepanjang jalan bersama rian. Akulah yang memulai percakapan. Karena aku
merasa canggung,karena kami satu tim. Jadi akan sulit apabila kami diam-diam.
Yang aku kira rian anaknya pendiam,dingin. Tenyata dia sangat baik dan asik,
aku merasa nyaman menjadi partner danus
bersama rian. Hingga akhirnya danus selesai,rianpun mengantarku pulang.
“PING!!!” siapa yang
menghubungi malam-malam? Ketika aku ingin beranjak tidur,segera ku buka
Hpku,dan ternyata yang menghubungiku adalah rian,”tumbrn banget rian nge chat
aku”ujarku dalam hati. Tapi ku abaikan pesannya,lalu aku beranjak ke tempat
tidur untuk istirahat. Taklama, Kring!!! Suara Hpku bunyi,karena penasaran,aku
mengambil Hpku untuk melihat siapa yang menghubungku malam-malam seperti ini.
Rupanya rian,ku coba membuka chat nya
yang berbunyi,”hai bintang,udah di rumah kan?jangan lupa makan ya,tidur
yang nyenyak bin” aku merasa kaget mendengarnya. Aku yang hampir 1 tahun
sekelas dengan dia,baru kali ini dia
chat seperti itu.
Keesokan harinya,aku
akan pergi ke sekolah. Tiba-tiba rian menyapaku dengan senyuman. Dan ku balas
dengan senyuman. Malam harinya,rian menghubungiku. Dan ini sudah menjadi
rutinitas rian yang setiap malam selalu menghubungi ku. Aku juga heran,aku sama
sekali tak menyangka akan seperti ini. Akhirnya
kami makin dekat,rian menyatakan perasaannya padaku. Tapi dia hanya menyatakan.
tetapi,perasaanku yang masih belum bisa melupakan bara belum bisa menerima. Aku
belum siap untuk jatuh hati dan aku pun
melum siap untuk sakit hati lagi. Akhirnya rian menerima semua itu,rian akan
menungguku sampai aku sbenar-benar siap untuk membuka hatiku untuk nya.
Hari ini sekolah kami
mengadakan study tour ke jogjakarta,jam 7 seharusnya aku suda ada di sekolah.
Tapi aku kesiangan,rian pun mencoba menghubungiku terus menerus. Ya,akhirnya
aku tidak terlambat juga. Aku langsung masuk ke dalam bus,dan taklama
kedatanganku. Bus pun berangkat,aku yang saat itu duduk bersama novi. Karena
tika tak bisa ikut karena acara keluarga,jadi kami hanya berdua. Sepanjang
jalan,aku teringat oleh bara. Aku benar-benar teringat olehnya. Aku pun mencoba
mengalihkan pikiran ku. Taklama ponselku bunyi, ku buka segera. Ternyata rian,
“jangan melamun daerah sini angker” membaca chat rian,membuatku
terhibur.padahal kami satu bus,hanya beda tempat duduk. Rian yang duduknya di
depan,dan aku di tengah. Akhirnya aku bisa mengalihkan pikiranku dengan saling
membalas pesan dari rian yang sangat membuatku terhibur.
Aku tertidur
lelap,karena perjalanan yang masih jauh membuatku mengantuk. Dan aku
terbangun,karena bus ku berhenti. Rupanya teman-temanku ingin buang air kecil
di kamar mandi pom bensin. Aku pun melanjutkan tidur ku kembali,
taklama...”bintang” ada yang memanggilku di dalam mimpi,aku terbangun. Ternyata
rian yang mencoba membangunkanku. Aku kaget,dan ku jawab “kenapa?” “mending
kamu buang air kecil dulu gih,nanti takutnya kamu kebelet di jalan” ujar
rian. Aku pun langsung turun dari bus
dan beranjak ke kamar mandi. Setelah di bus lagi,dan bus akan melanjutkan
perjalanan. Aku melanjutkan tidurku yang tertunda karena dibangunkan oleh rian.
Aku merasa lelah,setelah turun naik bus karena makan siang,makan malam,solat.
Setelah perjalanan yang
amat sangat melelahkan,kamipun sampai di jogjakarta,kami turun dan melanjutkan
istirahat di hotel. Keesokan harinya kami mulai ke tempat-tempat wisata di
jogjakarta. Hingga malam hari,kami berhenti di malioboro. Aku,novi,dan ihsan.
Kami bertiga berjalan-jalan di malioboro. Tapi kami melewati batas waktu yang
telah di tentukan. Ya,kami tersesat di malioboro,semua orang panik mencari
kami,menghubungi kami,rian yang saat itu menghubungiku,dia menelfonku
berkali-kali. Dan mengirimkan via SMS berkali-kali yang berbunyi, “bintang
dimana?” “bintang angkat telfonnya” “bus kita mau pergi” “bintang bales” karena
aku panik,aku takmau mengangkat dan membalas SMS rian. Aku,novi,dan ihsan
berlari ke arah bus. Dan akhirnya,kami sampai di bus. Semua orang panik mencari
kami,kami meminta maaf karena keteledoran kami.
Aku disini,duduk
termenung,memperhatikan indahnya malam di jogjakarta. Taklama, “tadi abis dari
mana? Bikin panik aja” SMS rian yang ku baca. Aku balas “maaf tadi kami
kesasar,untungnya bisa balik lagi hehe”.
Aku tak tau apa yang ku rasa,melihat rian yang sangat peduli denganku membuatku
sedikit demi sedikit melupakan bara. Aku merasakan nyaman bersama dia,dia hadir
dan mengobati rasa sakit yang bara buat untukku.
Setelah berlibur di
jogjakarta,akhirnya kami kembali pulang ke kota kami tercinta, Bogor. Di
perjalanan pulang,seperti biasa. Aku kembali menatapi jalan di kota jogjakarta.
Aku duduk sendiri,novi yang saat itu pindah duduk di sebelah ihsan. Taklama,ada
seseorang yang duduk di sampingku,aku langsung menoleh ke sampingku. Rupanya
rian yang duduk di sebelahku,dia menyapaku dengan senyuman. Aku yang saat itu
sangat takut untuk kembali mencintai,aku takut rian mematahkan hatiku seperti
kak irman,septian,bara yang telah lakukan itu padaku.
Aku tak hiraukan rian
yang disampingku, aku tertidur,karena merasa perjalanan yang sangat jauh. Ketika
aku bangun,aku sangat kaget. Aku tertidur di bbahu nya rian,karena sadar akan
itu. Aku langsung bangun,rian yang saat itu tertidur juga dan tak terbangun.
Aku lega karena rian tak melihat ku yang
tertidur di bahu nya. Apa jadinya kalau dia tau?bisa malu aku.
Tiba sampai di
Bogor,dan aku langsung pulang ke rumah. Aku tak melihat rian,jadi aku langsung
pulang tanpa pamit ke rian. Entah kenapa,pulang dari jogjakarta,hubungan ku
dengan rian semakin dekat. bahkan aku merasa nyaman dekat dengan rian. Apakah
aku jatuh cinta lagi?sepertinya iya.
Liburan telah
tiba,setelah liburan di jogjakarta,kami berlibur di rumah. Kedekatanku makin
menjadi,kini kami tahu perasaan kami masing-masing. Tanpa ada ikatan,yang
penting kami tahu bahwa, “cukup hatiku,hatimu,dan tuhan yang tahu bahwa kita
punya rasa”.
2 minggu sudah kami
berlibur,sekarang waktunya aku kembali ke sekolah. Aku sekarang duduk di bangku
kelas 3 SMA,rupanya aku dan rian satu kelas. Mendengar kabar itu,aku sangat
bahagia dan semangat untuk kembali ke sekolah. Akhirnya aku bertemu di dalam
kelas. Tapi aneh,rian sedikit cuek denganku,ada apa ini? Malamnya,aku menunggu
kabar rian. Biasanya tiap malam rian selalu mengabariku,tapi hari ini tidak.
Semua berubah begitu saja,aku tak mengerti apa salahku sehingga rian tiba-tiba
menghilang dariku.
Pagi ini terasa sangat
beda,yang biasanya rian selalu menghubungiku,kini semuanya hilang. ketika di
kelas. Mengapa kita seperti ini?diam tanpa kata tanpa mau menyapa. Dan aku baru
tahu semua ini,ternyata rian akan pindah kelas. Tapi kenapa? Aku sama sekali
tak menanyakan hal ini. Perasaanku sangat sedih mendengar kabar tersebut. Apa
yang menyebabkan semua berubah begitu cepat?
Seperti biasa,aku
menjalankan aktivitas ku di sekolah. karena aku sudah kelas 3 SMA,aku pun mulai
serius. Aku tak menyangka dan selalu bertanya mengapa kisah ku tak pernah berujung
kebahagiaan?mengapa selalu aku yang tersakiti? Semua berubah begitu saja. Aku
yang mencoba untuk membiasakan diri tanpa kehadiran rian lagi,luka lama ku baru
saja sembuh. Tiba-tiba rian hadir dan membuat luka baru di hatiku.
Aku yang sudah tak perduli
lagi dengan kata “cinta” dan aku tak ingin memikirkan hal tersebut, aku mencoba
melupakan rian. Aku mencoba mendekatkan diri dengan tuhan,mungkin aku terlalu
sibuk mencari cinta hingga melupakan tuhanku yang sangat setia. Tidak mungkin
meninggalkanku dalam suka maupun duka.
Tak lama,ku mendengar
bahwa rian sudah mempunyai kekasih di kelas nya. Hatiku sangat berantakan,rapuh
mendengar semua itu. Sakitnya saat aku melihat mereka berdua,seharusnya aku
yang memeluk ria,seharusnya aku yang diberi perhatian lebih oleh
rian,seharusnya aku yang ada disamping rian,seharusnya aku yang menghapus air
mata rian,harusnya aku yang membuat rian tertawa,harusnya aku....
Aku mengabaikan semua
yang mendekat,aku tak ingin hatiku terluka. Aku hanya ingin luka di hati ini cepat
tersembuhkan,aku tak ingin menghapus luka ini dengan cinta yang baru. Karena
sama saja aku akan membuat luka baru dihatiku. Aku mulai fokus terhadap ujian
yang akan ku hadapi,aku mencoba memasa bodokan rian. Rian yang sampai saat ini
masih menghantui pikiran ku,dan masih ada di hatiku.
“sampe kapan lo kaya
gini?” ujar novi, aku terdiam,merenung. “liat orang yang nyakitin lo aja udah
pada bahagia,masa lo enggak?” ujar novi yang saat itu tak tega meilhatku dengan
kesakitan yang bertubi-tubi datang kepadaku. Aku mencoba tegar didepan mereka
semua. Aku tak ingin mereka yang menyakitiku bahagia karena melihatku terlihat
terpuruk. Rasanya aku ingin cepat-cepat keluar dari sekolah ini,aku ingin
sekali cepat meneruskan kuliah. Mungkin disana,aku bisa mencoba melupakan semua
kenangan di SMA.
Setelah bertahan dengan
semuanya,akhirnya aku lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah. Di sini,aku
mencoba membuka semua lembaran dari awal. Dan melupakan semua cerita pahit di
masa laluku. Aku mendapat teman baru disini. Ketika ku ingin membuka ponselku,
“PING!!!” rupanya ada BBM masuk,ternyata dari rahas,rahas adalah teman SD
ku,kami beda kelas,hanya kenal wajah,tak pernah berbincang sedikitpun. Dia chat
ku hanya ingin menanyakan kalau di bogor hujan/tidak. Aku hanya menjawab
seperlunya,dia menanyakan kabarku. Karena semenjak lulus dari SD,kami tak
pernah bertemu lagi. Dari situ kami bernostalgia,melihat dia yang dulu nya
paling pendek di angakatan kami,sekarang berubah sangat drastis. Dia menjadi
seorang remaja yang berbadan tinggi,tampan pula. Dari nostalgia itu,dia semakin
sering menghubungiku. Sampai akhirnya kami bertemubersama teman-temanku yang
lain juga. Semanjak pertemuan itu,rahas semakin mendekatiku. Tapi yang ku
rasakan adalah perasaanku yang masih belum bisa melupakan rian. Aku yang
berwatak pecicilan di depan teman-temanku,bahkan di depan rahas pun aku
bersikap sama,aku sama sekali tak menyembunyikan sifat asli ku. Aku
fikir,setelah bertemuku rahas akan menjauhiku,tapi nyatanya tidak. Dia makin
mendekatiku.
Setelah sekian lama
kami kenal,dia mulai menyatakan cintanya padaku,tapi aku memasa bodokan semua
itu. Aku yakin,pasti semua ini akan kembali terulang. Tapi,dengan adanya
rahas,aku bisa melupakan rian. Aku merasa tidak jaim sedikitpun olehnya. Dia
menerimaku dengan segala tingkah anehku. Semua teman-temanku memaksa ku untuk
menerima cintanya,tapi untuk saat ini TIDAK! Aku tak ingin di bodohi oleh cinta
untuk ke sekian kalinya. Aku mencoba melupakan semuanya,aku menjauhi rahas,tapi
rahas mendekatiku. Ku akui aku memang sudah memiliki perasaan olehnya,tapi
untuk kali ini,aku akan lebih menahan perasaanku agar kisah pahitku tak akan
terulang lagi.
4 tahun sudah rahas
menungguku,hingga akhirnya aku lulus S1. Dia masih menungguku,tak kuasa aku
melihat rahas yang masih setia menungguku. Sebenarnya,akupun mencintainya.
Malam itu,aku berniat untuk bertemu dengan rahas. Aku ingin membicarakan
semuanya, aku akan memberinya kepastian. Dan jawaban atas pengorbanan dia yang rela
menungguku.
Sebelum bertemu
rahas,siangnya aku akan berangkat ke sebuah mall,aku ingin membeli baju untuk
persiapan nanti malam. Tapi,disana. Aku melihat kesakitan,aku melihat Rahas
dengan wanita lain. Aku tak tahu siapa wanita itu,karena wanita itu
membelakangiku jadi aku tak sempat melihat wajahnya. Hatiku perih,sangat perih
melihatnya. Aku segera foto mereka dari kejauhan dan mengirimkannya ke rahas.
Aku tak ingin bertemunya lagi,aku tak mau mendengarkan alasannya,aku sudah
melihat dengan mata kepalaku langsung. Taklama,rahas melihatku,aku berlari
untuk keluar dari mall tersebut,aku berlari keluar,hingga berlari ke jalan
raya. Tiba-tiba sebuah mobil dari arah kananku mendekatiku,aku benar-benar tak
tahu apa yang ku lakukan. Rasanya ingin berlari,tapi kakiku tak bisa di
gerakkan. Aku hhanya mendengar semua orang di kelilingku berteriak. Daar,sebuah
mobil menabrakku,hingga aku terjatuh. Aku tak merasakan apa-apa, hanya saja
yang terlintas dipikiran ku adalah orang-orang yang telah menyakitiku. Kak
Irman, Septian, Bara, Rian, hingga Rahas. aku dibawa langsung ke rumah sakit
terdekat.
Aku tak bisa merasakan
apa-apa, apa aku telah mati?aku terbangun, sebuah alat-alat menempel di
tubuhku,aku melihat ibuku menangis di sampingku,aku melihat Rahas yang saat itu
bersama Novi. Aku bisa melihat mereka,tapi mengapa mereka tak bisa
melihatku?aku tak bisa menggapai mereka. Ada apa ini? taklama,aku melihat novi berbisik di
telingaku yang sedang berbaring. “bintang,kamu bangun ya. Ini aku novi,aku lah
yang tadi bersama rahas di mall tadi. Aku gak ada niat apapun,aku hanya
mengantar rahas untuk membeli cincin untukmu. Malam ini,dia akan melamarmu”
ujar novi sambil menangis. Rupanya aku salah,aku salah menilai rahas. rasanya
aku ingin bangkit dan memeluk Rahas. tapi,ada apa ini? detak jantungku
tiba-tiba berhenti. Semua orang panik,ibuku yang berteriak memanggil
dokter,novi yang menggenggam tanganku dengan erat sambil bercucuran air mata.
sambil berkata “Ayo bintang,kamu kuat,bangun dong,liat ini cincin untukmu.
Rahas akan melamarmu malam ini”. tak kuasa aku melihat semua ini,aku hanya
melihat mereka di kejauhan. Tiba-tiba dokter mengatakan “Innalilahi wa inna
ilaihi ro jiun” semua orang di situ kaget,ibuku langsung pingsan,Novi yang saat
itu langsung menenangi ibuku sambil menangis. dan rahas yang saat itu memilih
untu keluar dari ruangan ini. Aku
mengejar rahas,aku berteriak “aku masih hidup,rahas?dengar aku” tapi dia tak
menghiraukanku. Aku mencoba meyakinkan ke semua orang,tapi tak ada satupun yang
mendengar. Hingga akhirnya,raga ku dibawa ke rumah.
Ketika sampai rumah,aku
kaget. Bendera kuning telah terpasang,semua orang berdatangan. Apa aku
benar-benar mati?aku melihat jasad ku dimandikan,semua orang berdatangan.
Sahabat-sahabatku,keluargaku,teman-temanku,sampai kak Irman,Setptian,Bara,Rian
datang ke rumahku. Mereka semua menangis,akhirnya aku sadar,aku telah pergi.
Pergi untuk selama-lamanya. Melihat kedatangan mereka,aku sama sekali tak
melihat Rahas. dimana rahas?apa dia tak datang untuk melihat jasadku buat yang
terakhir kalinya?.
Jasadku segera di
kafankan,aku masih sibuk mencari Rahas. dimana Rahas? ya, sudah terlambat.
Jasadku sudah dikafani,dan segera di solatkan. Tapi sampai saat ini,aku tak
melihat kehadiran Rahas. dimana dia?semakin dekat dengan kepergianku,aku ingin
melihat Rahas untuk yang terakhir kalinya, andaikan aku bisa memeluknya,aku
pasti akan memeluknya.
Jasadku akan dibawa ke
pemakaman,semua orang bersedih,aku tak tega melihat semua orang yang ku sayang
harus bersedih,rasanya berat untuk meninggalkan mereka. Andaikan aku diberi
kesempatan untuk bicara,aku akan katakan bahwa aku sangat menyayangi mereka.
Tiba di pemakaman,jasadku di masukkan ke dalam tanah, semua orang menjerit
menangis,rasanya aku ingin memeluknya satu persatu.
Siapa itu?rupanya
Rahas,ternyata rahas yang akan meng-Azaniku,rupanya dia disini,dia tak sanggup
melihatku,dia menjadi orang yang terakhir yang aku dengar,suara azan dia
terdengar,mengetuk hatiku,membuatku tak ingin meninggalkan dunia ini. benda apa
ini?mengapa benda ini menarikku keawan,aku merasa paling
tinggi,ayah...ibu...bantu aku,aku tak ingin pergi meninggalkan
kalian,ayah....ibu...tolong... novi....tikaa....Rahas....tolong aku. Mengapa
ini?aku tak bisa melihat kalian lagi,ini sangat tinggi,aku takut ketinggian
bu,kalian sudahh tak terlihat lagi. AKU MENYAYANGI KALIAN,AKU PERGI.
“kak
Irman,Septian,Bara,Rian adalah orang yang telah membuatku menjadi lebih
dewasa,meskipun mereka telah membuat luka yang membekas di hatiku,aku tak
menyesal, aku tak melihat mereka dari keburukannya,mereka pernah membuatku
bahagia,walaupun hanya sesaat. Tapi mereka telah membawa ku ke seseorang yang lebih
baik,membawaku pada Rahas.”
“Rahas
adalah orang yang rela menungguku,orang yang selalu sabar akan keegoan ku,orang
yang menerimaku apa adanya,menerima semua sifat ku,Rahas bertahan untukku. mencintaimu
secara diam-diam adalah anugerah yang terindah,aku sangat beruntung. Perkenalan
kita dari SD,dari kita yang bukan apa-apa,kita tak pernah menyapa,tak pernah
mengobrol,hingga akhirnya kau memberanikan diri untuk menyapa ku di usia remaja
kita. Andaikan aku tau,bahwa orang yang takkan menyakitiku selain ayahku dan
tuhan adalah kau, mengapa tidak dari semenjak SD tuhan mendekati ku dengan
kau?”
“jangan
takut untuk mencintai,karena bisa saja cinta keduamu justru lebih berarti”- NS
-selesai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar