Jumat, 17 Juni 2016

SEMINAR (Keterbatasan Bukan Batasan)


 Saya dari Fakultas Psikologi Gunadarma, saya tertarik mengikuti Seminar dengan tema “Keterbatasan Bukan Batasan”. Awalnya, saya tertarik untuk mengikuti seminar tersebut karena, yang mengadakan seminar ini adalah fakultas Psikologi, jadi saya berpatisipasi untuk mengikuti seminar ini yang diadakan pada tanggal 25 mei 2016 di Auditorium D462 Universitas Gunadarma Depok.
Rabu, 25 Mei 2016, setelah UTS. Saya dan teman-teman segera ke gedung D462 Universitas Gunadarma untuk mengikuti seminar. Sebelum masuk ke gedung Auditorium D462, saya dan teman-teman melakukan registrasi di depan ruangan untuk seminar. Setelah registrasi, saya diberi Snack, Pulpen, dan buku kecil.
Setelah masuk di ruangan Auditorium D462, saya dan teman-teman di sambut hangat oleh panitia. Pembukaan pertama, dibuka oleh Zelda Maharani, salah satu anak berkebutuhan khusus yang berbakat. Zelda Maharani menyanyikan beberapa lagu yang diiringi oleh piano yang ia mainkan sendiri. Zelda terlihat seperti anak lainnya, dia sangat berbakat. Disini terlihat inti dari acara yang dapat kita ambil, bahwa keterbatasan bukan batasan.
Setelah penampilan Zelda Maharani, acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan dari panitia-panitia acara seminar yang bertemakan “Keterbatasan Bukan Batasan”.
Selanjutnya, ibu Katarina Ira Puspita M.psi memberikan materi dan penjelasan tentang Anak Berkebutuhan Khusus. Materi yang dapat saya ambil dari Ibu Katerina adalah pertama, kita sebagai masyarakat/mahasiswa harus berpatisipasi/terlibat langsung dalam anak berkebutuhan khusus, bagaimana caranya? Caranya kita dapat mencari Informasi lebih dalam apa itu anak berkebutuhan khusus, dengan mengetahui lebih dalam, kita dapat memberitahu/memberikan pemahaman kepada orang-orang sekitar bahwa tidak ada anak idiot, tetapi anak tersebut memiliki masalah dalam perkembangan kognitif. Kedua, bagaimana masyarakat awam menyebut istilah Anak berkebutuhan Khusus? Sebenarnya, Anak Berkebutuhan Khusus adalah istilah yang paling kekinian dan paling halus, bukan Anak Luar Biasa. Ketiga, bagaimana orangtua mengenal karakteristik dari Anak berkebutuhan Khusus? Kalau ingin melihat apakah anak tersebut memiliki kebutuhan khusus atau tidak, paling dasar adalah dengan melihat perkembangan anak tersebut. Tentu anak 1 tahun sudah bisa apa saja, bisa jalan, bisa bicara atau mengucapkan beberapa kata. Kita lihat, ketika itu tidak muncul pada anak. Kita dapat mencari tahu apakah anak ini mengalami keterbatasan, atau anak tersebut  mempunyai masalah khusus sehingga anak tersebut tidak memiliki perkembangan seperti anak-anak seusianya. Itulah ilmu yang dapat saya ambil dari ibu Katarina Ira Puspita M.psi.
Selanjutnya, bapak Arist Merdeka Sirait. Ketua Komnas Perlindungan Anak. Beliau memberikan pencerahan terhadap anak berkebutuhan khusus. Materi yang dapat saya ambil dari bapak Arist Merdeka, beliau mengatakan bahwa anak adalah anugerah titipan. Jadi mengapa anak membutuhkan perlindungan dari kita dalam kondisi apapun, apakah dia berkebutuhan khusus. Dia adalah anugerah, dia adalah amanah dari Tuhan sekalipun dia mempunyai keterbatasan. Hak yang di miliki oleh anak berkebutuhan khusus itu harus sama dengan anak-anak lainnya. Tetapi kita secara tidak sadar masih merebut hak-hak yang dimiliki oleh anak-anak ABK. Salah satu contoh nya adalah, dengan tidak menyediakan toilet-toilet yang dikhususkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Contoh tersebut mengatakan bahwa secara tidak langsung, kita tidak menganggap bahwa Anak Berkebutuhan Khusus adalah manusia. Itulah ilmu yang dapat saya ambil dari bapak Arist Merdeka Sirait.
Kemudian, acara selamjutnya adalah acara-acara penutupan. Salah satunya yang dibawakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka bernyanyi, dan diantara kita secara tidak sadar meneteskan air mata karena terharu melihat semangat mereka, dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan orang-orang sekitar tentang mereka.
Ilmu yang dapat kita ambil dari acara seminar yang bertemakan “Keterbatasan Bukan Batasan” adalah keterbatasan bukan penghalang kita untuk meraih prestasi, anak keterbatasan mempunyai hak-hak yang sama dengan anak lainnya, dan anak anak adalah anugerah yang diberi tuhan sekalipun anak berkebutuhan khusus.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar