Saya dari Fakultas Psikologi Gunadarma, saya
tertarik mengikuti Seminar dengan tema “Keterbatasan Bukan Batasan”. Awalnya,
saya tertarik untuk mengikuti seminar tersebut karena, yang mengadakan seminar
ini adalah fakultas Psikologi, jadi saya berpatisipasi untuk mengikuti seminar
ini yang diadakan pada tanggal 25 mei 2016 di Auditorium D462 Universitas
Gunadarma Depok.
Rabu, 25 Mei 2016,
setelah UTS. Saya dan teman-teman segera ke gedung D462 Universitas Gunadarma
untuk mengikuti seminar. Sebelum masuk ke gedung Auditorium D462, saya dan
teman-teman melakukan registrasi di depan ruangan untuk seminar. Setelah
registrasi, saya diberi Snack, Pulpen, dan buku kecil.
Setelah masuk di
ruangan Auditorium D462, saya dan teman-teman di sambut hangat oleh panitia. Pembukaan
pertama, dibuka oleh Zelda Maharani, salah satu anak berkebutuhan khusus yang
berbakat. Zelda Maharani menyanyikan beberapa lagu yang diiringi oleh piano
yang ia mainkan sendiri. Zelda terlihat seperti anak lainnya, dia sangat
berbakat. Disini terlihat inti dari acara yang dapat kita ambil, bahwa
keterbatasan bukan batasan.
Setelah penampilan
Zelda Maharani, acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan dari panitia-panitia
acara seminar yang bertemakan “Keterbatasan Bukan Batasan”.
Selanjutnya, ibu
Katarina Ira Puspita M.psi memberikan materi dan penjelasan tentang Anak
Berkebutuhan Khusus. Materi yang dapat saya ambil dari Ibu Katerina adalah pertama,
kita sebagai masyarakat/mahasiswa harus berpatisipasi/terlibat langsung dalam
anak berkebutuhan khusus, bagaimana caranya? Caranya kita dapat mencari
Informasi lebih dalam apa itu anak berkebutuhan khusus, dengan mengetahui lebih
dalam, kita dapat memberitahu/memberikan pemahaman kepada orang-orang sekitar
bahwa tidak ada anak idiot, tetapi anak tersebut memiliki masalah dalam
perkembangan kognitif. Kedua, bagaimana masyarakat awam menyebut istilah Anak
berkebutuhan Khusus? Sebenarnya, Anak Berkebutuhan Khusus adalah istilah yang
paling kekinian dan paling halus, bukan Anak Luar Biasa. Ketiga, bagaimana orangtua
mengenal karakteristik dari Anak berkebutuhan Khusus? Kalau ingin melihat
apakah anak tersebut memiliki kebutuhan khusus atau tidak, paling dasar adalah
dengan melihat perkembangan anak tersebut. Tentu anak 1 tahun sudah bisa apa saja,
bisa jalan, bisa bicara atau mengucapkan beberapa kata. Kita lihat, ketika itu
tidak muncul pada anak. Kita dapat mencari tahu apakah anak ini mengalami
keterbatasan, atau anak tersebut
mempunyai masalah khusus sehingga anak tersebut tidak memiliki perkembangan
seperti anak-anak seusianya. Itulah ilmu yang dapat saya ambil dari ibu
Katarina Ira Puspita M.psi.
Selanjutnya, bapak
Arist Merdeka Sirait. Ketua Komnas Perlindungan Anak. Beliau memberikan
pencerahan terhadap anak berkebutuhan khusus. Materi yang dapat saya ambil dari
bapak Arist Merdeka, beliau mengatakan bahwa anak adalah anugerah titipan. Jadi
mengapa anak membutuhkan perlindungan dari kita dalam kondisi apapun, apakah
dia berkebutuhan khusus. Dia adalah anugerah, dia adalah amanah dari Tuhan
sekalipun dia mempunyai keterbatasan. Hak yang di miliki oleh anak berkebutuhan
khusus itu harus sama dengan anak-anak lainnya. Tetapi kita secara tidak sadar
masih merebut hak-hak yang dimiliki oleh anak-anak ABK. Salah satu contoh nya
adalah, dengan tidak menyediakan toilet-toilet yang dikhususkan untuk Anak
Berkebutuhan Khusus. Contoh tersebut mengatakan bahwa secara tidak langsung,
kita tidak menganggap bahwa Anak Berkebutuhan Khusus adalah manusia. Itulah
ilmu yang dapat saya ambil dari bapak Arist Merdeka Sirait.
Kemudian, acara
selamjutnya adalah acara-acara penutupan. Salah satunya yang dibawakan oleh
anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka bernyanyi, dan diantara kita secara tidak
sadar meneteskan air mata karena terharu melihat semangat mereka, dan tidak
memperdulikan apa yang dikatakan orang-orang sekitar tentang mereka.
Ilmu yang dapat kita
ambil dari acara seminar yang bertemakan “Keterbatasan Bukan Batasan” adalah
keterbatasan bukan penghalang kita untuk meraih prestasi, anak keterbatasan
mempunyai hak-hak yang sama dengan anak lainnya, dan anak anak adalah anugerah
yang diberi tuhan sekalipun anak berkebutuhan khusus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar