Jumat, 13 November 2015

Nasib Para Perokok


Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita.  Merokok sudah menjadi kebiasaan   yang   sangat   umum   dan   meluas   di   masyarakat.  Bahaya  merokok  terhadap kesehatan tubuh telah diteliti  dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok   pun   sudah  diketahui  dengan  jelas.  Banyak  penelitian  membuktikan  kebiasaan merokok  meningkatkan  risiko  timbulnya  berbagai  penyakit  seperti  penyakit  jantung  dan gangguan pembuluh darah,kanker paru - paru,  kanker  rongga  mulut,  kanker laring,  kanker  osefagus, bronkhitis, tekanan darah  tinggi,  impotensi  serta gangguan  kehamilan  dan  cacat  pada   janin.  Pada  kenyataannya  kebiasaan  merokok  ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi  orang  yang  merokok  untuk mengalihkan diri dari  stress  dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan  diri  dari  kebiasaan  ini  dibandingkan  perokok  yang tidak memiliki latar belakang depresi.
Penelitian  terbaru  juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok  yang  terhirup  oleh  orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa  disebut  juga dengan  perokok  pasif.  Rokok  tidak  dapat  dipisahkan  dari  bahan  baku  pembuatannya  yakni  tembakau.  Di   Indonesia  tembakau  ditambah  cengkeh  dan  bahan – bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek.Selain kretek tembakau juga dapat  digunakan sebagai  rokok  linting,  rokok  putih,  cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).
Dari  hari  ke  hari  jumlah perokok kian bertamabah. Hal inilah yang nantinya akan membuat suatu malapetaka yang besar bagi kesehatan tubuh kita.
Merokok adalah suatu kegiatan yang begitu susah dilepaskan oleh para perokok, meskipun kita semua sudah kenyang mendengar propaganda bahaya merokok bagi kesehatan.
            Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm dengan diameter sekitar 10mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok:
1.      Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
2.      Tar,  yang  terdiri  dari  lebih  dari  4000  bahan  kimia  yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
3.       Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
4.      Benzene,  juga  dikenal  sebagai  bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
5.      Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
6.      Metanol   (alcohol   kayu),  alcohol  yang  paling  sederhana   yang   juga  dikenal sebagai metil alkohol.
7.      Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan  hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
8.      Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
9.      Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
10.  Hidrogen  sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
11.  Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
12.   Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.

Kebiasaan merokok yang dianggap memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok maupun orang-orang sekitarnya. Beberapa motifasi yang melatar belakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat ppengakuan, untuk menghilangkan kekecewaan dan menganggap perbuatan tersebut tidak melanggar norma.Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.

Penyebab yang lainnya antara lain :

1.      Pengaruh orangtua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orangtua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibandingkan anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang baik
2.      Pengaruh teman
Berbagai fakta mengungkapkan bahhwa semakin banyak remaja merokok maka semakin banyak kemungkinan teman-temannya adalah perokok, juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua jadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok
3.      Faktor kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik/jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada bebagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah.
4.      Pengaruh iklan
Membuat iklan di media masa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan/glamour, membuat remaja sering kali terpicu untuk mengukuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut

      Berdasarkan penelitian banyak dampak keseharan yang diakibatkan oleh rokok. Berikut efek samping akibat rokok yang jarang di publikasikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki sebagai berikut ini :
1.      Rambut rontok. Rokok memperlemah sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti lupos erythematosus yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut, dan erupsi cutan (bintik merah) diwajah, kulit kepala dan tangan.
2.      Katarak. Merokok dipercayai dapat memburuk kondisi mata. Katarak, yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya yang dapat menyebabkan kebutaan 40% terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia di paru-paru yang oleh aliran darah dibawa sampai kemata.
3.      Kulit keriput. Merokok dapat menyebabkan menuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit, terkikisnya vitamin A, dan terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi keriing dan keriput terutama didaerah bibir dan mata.
4.      Kanker kulit. Merokok tidak menyebabkan melonoma, tetapi merokok dapat menyebabkan meningkatkan kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut. Ditengarai bahwa perokok beresiko menderita cutaneus squamus cell kanker, sejenis kanker yang meninggalkan bercak pada kulit.
5.      Hilangnya pendengaran. Karena tembakau menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagian dalam. Perokok dapat kehilangan lebih awal daripada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan pendengaran karena infeksi pendengaran.
6.      Karies. Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut, membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning, dan terjadi karies.
7.      Kanker. Asap rokok mengandung 40 macam zat karsinogen. Kemungkinan timbulnya kanker paru-paru pada perokok 22 kali lebih besar; lidah, mulut, kelenjar ludah; dan pharynx 6-7 kali lebih besar; kanker kerongkongan 12 kali lebih besar, oesophagus 8-10 kali lebih besar (WHO,2002)
8.      Disklori jari-jari. Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna kuning dan kecoklatan.
9.      Tukak lambung. Konsumsi tembakau menurukan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung, juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk  menetralkan asam lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga akan menggerogoti dinding lambung. Tukak lambung pada perokok lebih sulit disembuhkan.
10.  Kanker uterus. Merokok dapat meningkatkan resiko kanker servik dan uterus. Kanker ini disebabkan oleh nikotin yang ada dalam darah. Mengapa? Karena asap rokok yang masuk ke dalam tubuh akan segera menyebar ke seluruh tubuh. Zat nikotin yang ada dalam asap rokok tsb akan memicu pertumbuhan sel tidak normal kemudian menjadi biang munculnya kanker mulut rahim.
11.  Psoriasis. Berkembangnya psoriasis/inflamasi noncotageous pada kulit yang menyisakan bercak merah berair dan gatal 2-3 kali lebih besar terjadi pada perokok.

Upaya Pencegahan
            Sebagian  besar  perokok  yang  udah atau berniat untuk menghentikan kebiasaan merokok perlu menggunakan  cara  mereka  sendiri. Para perokok ringan, yang sangat berkeinginan untuk untuk menghentikan  kebiasaan  merokok,  akan  dapat berhasil dalam usaha mereka bila menggunakan cara mereka sendiri yang paling sesuai untuk mereka.
Setiap orang  yang  ingin   berhenti  merokok  memerlukan suatu cara yang sesuai untuk masing-masing. Hasil  studi   baru-baru   ini   di  Inggris menunjukkan bahwa 69% perokok dewasa ingin berhenti  merokok.  Nikotin  adalah  zat yang paling membuat orang ketagihan sehingga berhenti merokok  tidaklah  mudah  walaupun  motifasinya  amat tinggi. Perokok menyadari bahwa upaya awal  untuk  menghentikan  kebiasaan  merokok seringkali tidak berhasil sehingga perokok yang ingin  berhenti  harus  siap  untuk  melakukan usaha berkali kali.
 Upaya berulang kali ini penting artinya  karena   akan   berupa   intervensi  awal.  Setiap  orang  harus  mencoba  berbagai  teknik intervensi  untuk  menentukan  mana   yang  paling   sesuai,   dengan  menyadari bahwa mungkin diperlukan  tiga  sampai  empat  kali  percobaan  sebelum  menemukan   cara  yang sesuai. Harus dijelaskan kepada setiap perokok yang berupaya untuk  menghentikan kebiasaannya bahwa gagal sekali   dan  mengulangi  kembali  bukanlah  berarti  kegagalan  program, melainkan hanya suatu hambatan kecil menuju suatu langkah yang akhirnya menuju keberhasilan.
Model  tahapan   perubahan   dari   Prochaska  dan  Di Clemente  penting bagi perokok yang jelas kurang  termotivasi  untuk  secara  aktif  melaksanakan  suatu  program  menghentikan kebiasaan merokok. Model ini, yang berawal dari praa-kontemplasi  ke  kontemplasi kemudian periaan dan akhirnya  tindakan,  mencakup   lingkup  yang  luas  dari posisi para perokok. Petugas kesehatan, penyuluh  kesehatan,  peraturan  perundang – undangan  dan  dukungan  sosial, perlu mendorong kemajuan  dari  satu  tahap  ke  tahap  berikutnya.  Walaupun  suatu   Intervensi  tidak   membuat perokok  berhasil  menghentikan  kebiasaan  merokok   sepenuhnya, mungkin saja ia sudah maju dari tahap  pra-kontemplasi  ke kontemplasi. Dengan intervensi berikutnya si perokok akan dapat maju  lebih  jauh lagi sampai ke persiapan dan akhirnya ke tindakan dan menghentikan kebiasaan merokok;  upaya  berulangkali  dengan  pelajaran yang diperoleh pada tiap tahap dan setiap tahap mengarah pada sasaran akhir yaitu berhenti sepenuhnya.
Pada  tahap  pre-kontemplasi  perokok  memerlukan   informasi,  pada  tahap persiapan dan tahap tindakan  perokok  perlu  menentukan  suatu  program  dan  menetapkan  tanggal  untuk  berhenti merokok.  Para  professional dalam bidang kesehatan perlu mengetahui tahap-tahap ini dan harus siap   melaksanakan   tindakan   yang   proaktif   dan  positif, pertama  untuk membuat si perokok meningkat  sampai  ke  tahap   tindakan,  kemudian   untuk  membantu si perokok agar berhasil menyelesaikan program menghentikan kebiasaan merokok.

Seringkali program menghentikan kebiasaan merokok mahal biayanya atau tidak dapat dijangkau oleh  sebagian  besar  penduduk.  Oleh karena  itu para petugas pemeliharaan kesehatan, keluarga dan  teman  menjadi  mekanisme  pendukung  bagi  sebagian  besar  perokok  yang ingin berhenti merokok.  program  umum  yang  dapat  direkomendasikan  oleh  para  profesional pemeliharaan kesehatan  tidak  memerlukan biaya atau tambahan, selain keinginan kuat dari para perokok serta keluarga dan teman-teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar