Jumat, 13 November 2015

Perubahanmu Masa Depanmu


Seorang ibu yang sedang duduk di kursi depan rumahnya, dengan wajah yang berkerut-kerut sedang menunggu kedatangan suaminya. Tiba-tiba ibu tersebut berteriak untuk meminta bantuan pada warga sekitar. Sambil menahan rasa sakit pada perutnya,ternyata ibu tersebut sedang hamil. Warga yang datang menghampiri ibu tersebut merasa terkejut,lalu salah satu warga bergegas memangiil bidan terdekat.Tak lama,suami dari ibu tersebut tiba di rumah.
Detik-detik penantian yang ditunggu oleh semua orang,tiba-tiba semua lebur begitu saja dengan suara tangisan bayi yang terdengar dari kamar ibu tersebut. Seketika wajah semua orang yang menunggu proses kelahiran ibu tersebut menampakkan wajah bahagia dan terharu. Ya,ibu tersebut telah berhasil melahirkan seorang bayi perempuan. Lalu,bayi tersebut di bersihkan dan diletakkan ke pelukan ibunya dan sang ayah segera meng-Azani anaknya.
Ibu tersebut adalah ibu saya,suami dari ibu tersebut adalah ayah saya,dan bayi tersebut adalah saya. Kisah tersebut adalah kisah 18tahun yang lalu di bogor,pada tanggal 19 November 1997. Tepat saya dilahirkan. Ayah saya bekerja sebagai TNI dan ibu saya sebagai IRT(ibu rumah tangga). Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Kakak saya berjenis kelamin laki-laki,yang bernama Harri Fariz Warsito,dan adik saya juga berjenis kelamin laki-laki,bernama Muhammad Wino Jati Pinulung.
Ketika umur saya 5 tahun,saya dimasukkan ke TK AL-HIDAYAH oleh orangtua saya. Alasan orangtua saya memasukkan saya ke TK tersebut,karena TK tersebut dekat rumah sehingga orangtua saya dapat dengan mudah mengawasi kegiatan saya di TK. Di TK,saya adalah siswa yang pasif. Sehingga saya tidak pernah mempunyai prestasi apapun. Menurut saya,TK adalah tempat dimana kita bisa bermain-main, dengan bebas. Selain bermain,disana kita dapat belajar untuk memulai beradaptasi dengan orang baru yang ada disekitar kita.
Setelah lulus dari TK,saya melanjutkan ke SD(sekolah dasar) di SDN KUKUPU 1. Awal masuk sekolah dasar,saya merasa orang yang paling tidak bisa bersosialisasi dengan sekitar. Saya sangat pasif,sehingga membuat saya merasa sulit untuk mendapatkan teman. Tetapi,seiring berjalan waktu. Saya mulai berfikir,jika saya tidak merubahnya dari sekarang,maka sifat jelek saya akan saya bawa sampai kedepan nanti. Maka dari itu,saya mulai aktif untuk bersosialisasi dengan teman sekitar,saya mulai aktif dalam proses belajar. Dari mulai bertanya,menjawab,hingga berdisukusi. Dari perubahan saya tersebut,membuahkan hasil yang memuaskan.dari situ,semenjak perubahan itu. Saya masuk ke 10 besar,5 besar,hingga 3 besar. Saya juga aktif di kegiatan luar sekolah yaitu pramuka,sehingga saya bisa lebih berinteraksi dengan kehidupan diluar sana,memiliki lebih banyak teman,mengikuti kegiatan lomba. Dan pertama kali di hidup saya,saya memenangkan lomba dalam sebuah perlombaan. Yaitu,tulis ayat al-quran. Juara ke-3. Saya merasa puas,bangga,dan bahagia. Karena setiap perubahan kecil dalam hidup saya membuahkan hasil yang baik. Dan percayalah setiap ada kemauan disitu pasti ada jalan.
6 tahun saya melewati masa kanak-kanak di sekolah dasar,rasanya sangat sulit untuk meninggalkan masa kanak-kanak yang begitu indah. Setelah lulus dari sekolah dasar,saya meneruskan SMP(sekolah menengah pertama) di SMP TARUNA TERPADU. Masa-masa ini adalah masa dimana saya takut untuk lewati,saya takut bertemu dengan orang baru,saya malu untuk memulai dan bersosialisasi dengan orang baru lagi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu,semua berubah. Masa SMP ternyata tidak kalah menarik dari masa SD. Bedanya,di SMP kita diajarkan untuk lebih serius dan meninggalkan sedikit sifat ke kanak-kanakan kita. Kelas 7 SMP saya belum begitu aktif,karena saya masih mencari celah untuk memulai dimana saya nanti akan aktif,tetapi saya sudah aktif di dalam kelas,saya masuk juara 5besar sampai 3besar. Kelas 8 SMP,saya mulai menyibukkan diri saya dengan kegiatan ekskul yang ada di dalam lingkungan sekolah. Saya mengikuti ekskul bela diri,yaitu pencak silat. Saya memang agak tomboy,hingga saya memilih ekskul tersebut. 2 bulan saya mengikuti ekskul,saya di pilih untuk mengikuti lomba pencak silat,awalnya saya ragu. Karena saya takut,Tetapi saya merasa,bahwa pelatih saya telah mempercayakan saya untuk mengikuti lomba tersebut. jadi,saya harus menjalankan demi mempertahankan kepercayaannya kepada saya. Alhasil,selama perlombaan yang saya ikuti sebanyak 3kali pertandingan. Saya mendapatkan 1 medali emas dan mendapapatkan 2 medali perunggu. Pertandingan pertama,saya meraih juara 3 tingkat kabupaten Bogor,pertandingan kedua saya meraih juara 1 tingkat kota Bogor,dan yang pertandingan ketiga,saya meraih juara 3 tingkat sekolah. Dari prestasi tersebut,saya pernah mendapatkan beasiswa dari sekolah. Selain itu,saya mendapatkan penghargaan karena saya mendapatkan rangking 2 di kelas.
Saya memutusukan untuk keluar dari kegiatan tersebut. karena saat itu saya sudah masuk kelas 9. Dan pihak sekolah tidak mengizinkan anak kelas 9 untuk terlalu aktif dalam kegiatan ekskul. Sehingga saya memutuskan untuk keluar dari kegiatan ekskul.Walaupun berat meninggalkan kegiatan yang saya cintai,tetapi ini sudah menjadi keputusan terbaik. Di kelas 9,saya masuk ke kelas unggulan. Tetapi,semangat belajar saya menurun. Di kelas,saya tidak masuk 5 besar,tetapi saya masuk ke 10 besar dengan nilai yang meningkat dari kelas 8.
Setelah lulus dari SMP,saya tidak mencoba tes untuk masuk SMA NEGERI. Meskipun saya diterima dengan mendapat JAPRES(jalur prestasi) dari prestasi pencak silat. Di SMKN1 BOGOR. Tetapi saya memutuskan untuk melanjutkan ke pesantren modern di Bogor. Saya memilih untuk melanjutkan pesantren,karena saya ingin mengubah diri saya menjadi lebih baik dengan ditanami hal yang berbau islami. Dan menantang saya untung pindah dari zona nyaman ke zona yang tidak nyaman. Seperti dipesantren ini,mengajarkan kita disiplin,mandiri,menghargai waktu,dan  menanamkan sikap menghargai orang lain. Sayangnya,di pesantren ini saya hanya bertahan 3bulan. Saya pindah ke sekolah umum,karena sering sakit di pesantren. Jadi saya memutuskan untuk pindah ke sekolah umum.
Di sekolah umum ini,saya pindah ke SMA TARUNA TERPADU. Disini,pertama kali saya merasakan menjadi anak pindahan. Seperti biasa,saya harus beradaptasi dengan orang-orang baru lagi.tetapi seiring berjalannya waktu,semua akan terbiasa. Saya sudah banyak memiliki teman,banyak sekali kenangan dikelas 10 SMA,seiring berjalannya waktu,perpisahan itupun datang lagi. Siap tidak siap kita harus jalankan.
Di kelas 11,lagi-lagi saya mendapatkan kelas unggulan. Tetapi,kualitas belajar saya makin menurun,saya sudah mulai malas-malasan,mengabaikan  guru menjelaskan suatu materi,mengobrol saat guru menyampaikan materi,mendengarkan musik saat KBM (kegiatan belajar mengajar) sedang berlangsung.karena,mendengarkn musik adalah hobi saya ,karena musik bisa membawa saya ke suasana baru yang lebih nyaman. dan lain sebagainya. Saya akui,itu semua karena lingkungan,saya terpengaruhi oleh lingkungan. Setelah naik ke kelas 12,saya berniat untuk lebih fokus ke tujuan saya,yaitu sukses UN 2015 dan bisa diterima di PTN yang telah saya pilih. saya berdoa,usaha,memohon yang terbaik. Setelah UN,lalu pengumuman SNMPTN,saya berharap bahwa saya diterima di universitas yang saya idamkan,tetapi ternyata ALLAH berkehendak lain. Dari pengumuman tersebut,saya tidak mengikuti tes tes lainnya untuk jalur PTN,mungkin saya terlalu pesimis. Saya memutuskan untuk daftar di Universitas Gunadarma. Awalnya saya sedih karena tidak masuk PTN.tetapi bukan universitas dan almameternya yang membuat kita menjadi hebat tapi,kualitas kita yang membuat universitas tersebut menjadi hebat. Jadi kuliah dimanapun,sama saja. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua itu. Kata-kata tersebut yang membuat saya menjadi lebih semangat dari sebelumnya.
Di gunadarma,saya mengambil jurusan psikolog. Sebenarnya cita-cita saya awal ingin menjadi polisi wanita. Tapi karena orangtua saya yang tidak ingin anak-anaknya berprofesi menjadi polisi danpengacara.jadi saya menuruti semua kemauan orangtua saya. Alasan saya memiih psikolog,karena sebenarnya itu adalah masukan dari teman. Awalnya saya bingung mau meneruskan kuliah dengan jurusan apa. Tetapi teman saya memberi saran  untuk masuk jurusan psikolog. Setelah saya pelajari,saya tertarik untung mengambil jurusan psikolog.

Sekarang,saya telah resmi menjadi mahasiswa Gunadarma. Saya memiliki banyak teman disini,disini saya menemukan orang-orang baru dengan berbagai macam sifat. Disini tempat saya untuk memulai semuanya,mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Bersama-sama kita membuat  perubahan yang lebih baik demi Keluarga,Agama,Negara,dan Almamater.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar