Seorang
ibu yang sedang duduk di kursi depan rumahnya, dengan wajah yang berkerut-kerut
sedang menunggu kedatangan suaminya. Tiba-tiba ibu tersebut berteriak untuk
meminta bantuan pada warga sekitar. Sambil menahan rasa sakit pada perutnya,ternyata
ibu tersebut sedang hamil. Warga yang datang menghampiri ibu tersebut merasa
terkejut,lalu salah satu warga bergegas memangiil bidan terdekat.Tak lama,suami
dari ibu tersebut tiba di rumah.
Detik-detik
penantian yang ditunggu oleh semua orang,tiba-tiba semua lebur begitu saja
dengan suara tangisan bayi yang terdengar dari kamar ibu tersebut. Seketika
wajah semua orang yang menunggu proses kelahiran ibu tersebut menampakkan wajah
bahagia dan terharu. Ya,ibu tersebut telah berhasil melahirkan seorang bayi
perempuan. Lalu,bayi tersebut di bersihkan dan diletakkan ke pelukan ibunya dan
sang ayah segera meng-Azani anaknya.
Ibu
tersebut adalah ibu saya,suami dari ibu tersebut adalah ayah saya,dan bayi
tersebut adalah saya. Kisah tersebut adalah kisah 18tahun yang lalu di
bogor,pada tanggal 19 November 1997. Tepat saya dilahirkan. Ayah saya bekerja
sebagai TNI dan ibu saya sebagai IRT(ibu rumah tangga). Saya anak ke-2 dari 3
bersaudara. Kakak saya berjenis kelamin laki-laki,yang bernama Harri Fariz
Warsito,dan adik saya juga berjenis kelamin laki-laki,bernama Muhammad Wino
Jati Pinulung.
Ketika
umur saya 5 tahun,saya dimasukkan ke TK AL-HIDAYAH oleh orangtua saya. Alasan
orangtua saya memasukkan saya ke TK tersebut,karena TK tersebut dekat rumah
sehingga orangtua saya dapat dengan mudah mengawasi kegiatan saya di TK. Di
TK,saya adalah siswa yang pasif. Sehingga saya tidak pernah mempunyai prestasi
apapun. Menurut saya,TK adalah tempat dimana kita bisa bermain-main, dengan
bebas. Selain bermain,disana kita dapat belajar untuk memulai beradaptasi
dengan orang baru yang ada disekitar kita.
Setelah
lulus dari TK,saya melanjutkan ke SD(sekolah dasar) di SDN KUKUPU 1. Awal masuk
sekolah dasar,saya merasa orang yang paling tidak bisa bersosialisasi dengan
sekitar. Saya sangat pasif,sehingga membuat saya merasa sulit untuk mendapatkan
teman. Tetapi,seiring berjalan waktu. Saya mulai berfikir,jika saya tidak
merubahnya dari sekarang,maka sifat jelek saya akan saya bawa sampai kedepan
nanti. Maka dari itu,saya mulai aktif untuk bersosialisasi dengan teman
sekitar,saya mulai aktif dalam proses belajar. Dari mulai
bertanya,menjawab,hingga berdisukusi. Dari perubahan saya tersebut,membuahkan
hasil yang memuaskan.dari situ,semenjak perubahan itu. Saya masuk ke 10 besar,5
besar,hingga 3 besar. Saya juga aktif di kegiatan luar sekolah yaitu
pramuka,sehingga saya bisa lebih berinteraksi dengan kehidupan diluar
sana,memiliki lebih banyak teman,mengikuti kegiatan lomba. Dan pertama kali di
hidup saya,saya memenangkan lomba dalam sebuah perlombaan. Yaitu,tulis ayat
al-quran. Juara ke-3. Saya merasa puas,bangga,dan bahagia. Karena setiap
perubahan kecil dalam hidup saya membuahkan hasil yang baik. Dan percayalah
setiap ada kemauan disitu pasti ada jalan.
6
tahun saya melewati masa kanak-kanak di sekolah dasar,rasanya sangat sulit
untuk meninggalkan masa kanak-kanak yang begitu indah. Setelah lulus dari
sekolah dasar,saya meneruskan SMP(sekolah menengah pertama) di SMP TARUNA
TERPADU. Masa-masa ini adalah masa dimana saya takut untuk lewati,saya takut
bertemu dengan orang baru,saya malu untuk memulai dan bersosialisasi dengan
orang baru lagi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu,semua berubah. Masa SMP
ternyata tidak kalah menarik dari masa SD. Bedanya,di SMP kita diajarkan untuk
lebih serius dan meninggalkan sedikit sifat ke kanak-kanakan kita. Kelas 7 SMP
saya belum begitu aktif,karena saya masih mencari celah untuk memulai dimana
saya nanti akan aktif,tetapi saya sudah aktif di dalam kelas,saya masuk juara
5besar sampai 3besar. Kelas 8 SMP,saya mulai menyibukkan diri saya dengan
kegiatan ekskul yang ada di dalam lingkungan sekolah. Saya mengikuti ekskul
bela diri,yaitu pencak silat. Saya memang agak tomboy,hingga saya memilih
ekskul tersebut. 2 bulan saya mengikuti ekskul,saya di pilih untuk mengikuti
lomba pencak silat,awalnya saya ragu. Karena saya takut,Tetapi saya
merasa,bahwa pelatih saya telah mempercayakan saya untuk mengikuti lomba
tersebut. jadi,saya harus menjalankan demi mempertahankan kepercayaannya kepada
saya. Alhasil,selama perlombaan yang saya ikuti sebanyak 3kali pertandingan.
Saya mendapatkan 1 medali emas dan mendapapatkan 2 medali perunggu.
Pertandingan pertama,saya meraih juara 3 tingkat kabupaten Bogor,pertandingan
kedua saya meraih juara 1 tingkat kota Bogor,dan yang pertandingan ketiga,saya
meraih juara 3 tingkat sekolah. Dari prestasi tersebut,saya pernah mendapatkan
beasiswa dari sekolah. Selain itu,saya mendapatkan penghargaan karena saya
mendapatkan rangking 2 di kelas.
Saya
memutusukan untuk keluar dari kegiatan tersebut. karena saat itu saya sudah
masuk kelas 9. Dan pihak sekolah tidak mengizinkan anak kelas 9 untuk terlalu
aktif dalam kegiatan ekskul. Sehingga saya memutuskan untuk keluar dari
kegiatan ekskul.Walaupun berat meninggalkan kegiatan yang saya cintai,tetapi
ini sudah menjadi keputusan terbaik. Di kelas 9,saya masuk ke kelas unggulan.
Tetapi,semangat belajar saya menurun. Di kelas,saya tidak masuk 5 besar,tetapi
saya masuk ke 10 besar dengan nilai yang meningkat dari kelas 8.
Setelah
lulus dari SMP,saya tidak mencoba tes untuk masuk SMA NEGERI. Meskipun saya
diterima dengan mendapat JAPRES(jalur prestasi) dari prestasi pencak silat. Di SMKN1
BOGOR. Tetapi saya memutuskan untuk melanjutkan ke pesantren modern di Bogor.
Saya memilih untuk melanjutkan pesantren,karena saya ingin mengubah diri saya
menjadi lebih baik dengan ditanami hal yang berbau islami. Dan menantang saya
untung pindah dari zona nyaman ke zona yang tidak nyaman. Seperti dipesantren
ini,mengajarkan kita disiplin,mandiri,menghargai waktu,dan menanamkan sikap menghargai orang lain.
Sayangnya,di pesantren ini saya hanya bertahan 3bulan. Saya pindah ke sekolah
umum,karena sering sakit di pesantren. Jadi saya memutuskan untuk pindah ke
sekolah umum.
Di
sekolah umum ini,saya pindah ke SMA TARUNA TERPADU. Disini,pertama kali saya
merasakan menjadi anak pindahan. Seperti biasa,saya harus beradaptasi dengan
orang-orang baru lagi.tetapi seiring berjalannya waktu,semua akan terbiasa.
Saya sudah banyak memiliki teman,banyak sekali kenangan dikelas 10 SMA,seiring
berjalannya waktu,perpisahan itupun datang lagi. Siap tidak siap kita harus
jalankan.
Di
kelas 11,lagi-lagi saya mendapatkan kelas unggulan. Tetapi,kualitas belajar
saya makin menurun,saya sudah mulai malas-malasan,mengabaikan guru menjelaskan suatu materi,mengobrol saat
guru menyampaikan materi,mendengarkan musik saat KBM (kegiatan belajar
mengajar) sedang berlangsung.karena,mendengarkn musik adalah hobi saya ,karena
musik bisa membawa saya ke suasana baru yang lebih nyaman. dan lain sebagainya.
Saya akui,itu semua karena lingkungan,saya terpengaruhi oleh lingkungan.
Setelah naik ke kelas 12,saya berniat untuk lebih fokus ke tujuan saya,yaitu
sukses UN 2015 dan bisa diterima di PTN yang telah saya pilih. saya
berdoa,usaha,memohon yang terbaik. Setelah UN,lalu pengumuman SNMPTN,saya
berharap bahwa saya diterima di universitas yang saya idamkan,tetapi ternyata
ALLAH berkehendak lain. Dari pengumuman tersebut,saya tidak mengikuti tes tes
lainnya untuk jalur PTN,mungkin saya terlalu pesimis. Saya memutuskan untuk
daftar di Universitas Gunadarma. Awalnya saya sedih karena tidak masuk
PTN.tetapi bukan universitas dan almameternya yang membuat kita menjadi hebat
tapi,kualitas kita yang membuat universitas tersebut menjadi hebat. Jadi kuliah
dimanapun,sama saja. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua itu. Kata-kata
tersebut yang membuat saya menjadi lebih semangat dari sebelumnya.
Di
gunadarma,saya mengambil jurusan psikolog. Sebenarnya cita-cita saya awal ingin
menjadi polisi wanita. Tapi karena orangtua saya yang tidak ingin anak-anaknya
berprofesi menjadi polisi danpengacara.jadi saya menuruti semua kemauan
orangtua saya. Alasan saya memiih psikolog,karena sebenarnya itu adalah masukan
dari teman. Awalnya saya bingung mau meneruskan kuliah dengan jurusan apa.
Tetapi teman saya memberi saran untuk
masuk jurusan psikolog. Setelah saya pelajari,saya tertarik untung mengambil
jurusan psikolog.
Sekarang,saya
telah resmi menjadi mahasiswa Gunadarma. Saya memiliki banyak teman
disini,disini saya menemukan orang-orang baru dengan berbagai macam sifat.
Disini tempat saya untuk memulai semuanya,mencoba menjadi pribadi yang lebih
baik dari sebelumnya. Bersama-sama kita membuat
perubahan yang lebih baik demi Keluarga,Agama,Negara,dan Almamater.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar